web stats
Sosok

Adar Penjaja Bandros Legendaris Khas Garut

Tak Tergerus Jaman, Sejak 1971 Adar Bertahan Jajakan Kuliner Sunda Bandros Manis

RAKSAGARUTNEWS.COM – GARUT

Seiring dengan kian populernya kuliner-kuliner cepat saji khas asing, kuliner tradisional khas sundapun perlahan mulai tergerus eksistensinya. Ditambah pula dengan ekspansi besar-besaran usaha waralaba kuliner asing yang semakin merambah berbagai kota, kudapan khas daerah sunda perlahan mulai tersisihkan dan hampir terlupakan oleh makanan yang serba instan dan cepat saji.

Kini orang akan lebih mengenal makanan luar daripada makanan tradisional, terlebih bagi anak-anak jaman now. Begitu pula para pedagang yang dulu berjualan makanan khas tradisional, kini ramai-ramai merubah usaha niaga mereka dengan beralih berjualan ke makanan instan dan cepat saji karena ingin laku mengikuti alur jaman now.

Namun terlepas dari perubahan keadaan sosial tadi, ada salah satu dari sekian pedagang yang masih tetap bertahan berjualan makanan khas sunda. Mungkin bagi sebagian penduduk Garut Kota dan sekitarnya sudah barang tentu tidak akan asing lagi dengan sosok itu, orang tersebut yaitu Adar Suhendar (65) warga Kampung Sumbersari Wetan, Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota, yang kesehariannya berjualan kudapan bandros manis khas Garut di Jalan Ciledug sebrang mesjid Wakaf.

Ketika berbincang dengan Wartawan raksagarutnews.com, Jum’at (7/12/2018) Adar mengaku, memulai usaha jualan bandros manis sejak tahun 1971, dan dari usahanya tersebut dirinya bisa menafkahi keluarga.

“Alhamdulillah saya masih bertahan berjualan bandros manis sudah 47 tahun,yang namanya jualan pasti ada pasang surut tapi saya tetap bertahan sampai sekarang tidak pindah ke jualan lain meskipun rekan-rekan sebagian beralih ke jualan makanan modern,” ucapnya.

Adar juga menuturkan, dari berjualan bandros ini dirinya bisa menafkahi keluarga dan bisa membiayai sekolah anaknya yang berjumlah 11 orang sampai ke perguruan tinggi dan bahkan ada yang sudah bekerja sebagai PNS di salahsatu kantor Dinas.

Di akhir wawancara Adar berharap adanya bantuan dari pihak pemerintah untuk pengembangan usahanya.

“Selama saya berjualan belum pernah mendapat bantuan padahal saya ingin mengembangkan usaha, saya menginginkan tempat pribadi karena selama ini saya hanya nongkrong di depan toko milik orang lain, saya berharap punya tempat sendiri yang nyaman untuk berjualan,” harap Adar. (Tadz)

Tag
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker