web stats
Aneka Peristiwa

Gadis Punk Tewas, Ketua Karang Taruna Wanaraja Prihatin

Keprihatinan Karang Taruna Wanaraja Terkait Perempuan Muda Diduga Anak Punk

RAKSAGARUTNEWS.COM – WANARAJA

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang Gadis Belia kawanan Anak Punk tewas terjatuh dari atas truk di Wanaraja, Jum’at (14/12/2018). Kejadian tersebut tak ayal mengundang reaksi dan keprihatinan berbagai pihak. Tak terkecuali, bagi Iif Firman Nurdin, Ketua Karang Taruna Kecamatan Wanaraja.

“Saya merasa sedih dan prihatin mendengar ada kabar tentang kematian seorang anak perempuan dari kawanan punk yang terjatuh dari atas truk,” ujar iif saat bersua dengan Raksa Garut News, Sabtu (15/12/2018).

Iif, yang juga aktivis pemerhati anak dan perempuan mengungkapkan, dirinya termasuk salahsatu orang yang peduli dengan kebaradaan anak punk ini.

“Anak punk ini atau dengan sebutan lain anak acara adalah anak bangsa yg membutuhkan perlindungan dari pemerintah. Mereka itu sedang mencari jati diri nya yg perlu perhatian semua pihak, ” ujarnya.

Lebih lanjut Iif mengungkapkan, kawananan ini kerap kali mendapat perlakuan diskriminatif dan kurang baik dari lingkungan. Mereka dianggap kotor, kumal dan jorok.

“Perlu pendekatan yang komprehensif untuk menggali akar permasalahan yang menyebabkan mereka seperti itu, saya beberapa kali pernah melakukan pendekatan dengan sejumlah kawanan punk ini. Umumnya, faktor yang menyebabkan mereka seperti itu adalah Kemiskinan, perceraian orang tua atau broken home, minimnya perhatian orang tua atau keluarga serta lingkungan dalam hal ini ilmu agama,” ucapnya.

Masih menurut Iif, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Wanaraja terkait kawanan ini, terutama kasus tewasnya gadis belia kemarin.

Gadis Punk Tewas, Ketua Karang Taruna Wanaraja Prihatin
Kawanan Anak Punk Saat Didata Beberapa Waktu yang Lalu di Kecamatan Wanaraja (Salahsatunya Korban Meninggal)

“Camat Wanaraja menjelaskan pada saya, kawanan punk itu pernah dipanggil, didata dan dinasehati, dan salahsatunya adalah anak perempuan yang meninggal itu. Bahkan, Camat mengirimkan bukti foto melalui whatsapp pada saat mereka sedang didata dan dinasehati di Kecamatan pada saya, ” ujar Iif.

Iif juga berharap, para pengasuh pondok pesantren serta para agnia untuk peduli pada anak bangsa tersebut.

“Untuk mengatasi permasalahan ini, butuh kesepahaman semua stakeholder untuk bersama-sama mencari jalan keluarnya,” pungkasnya. (Desmond)

Tag
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker