web stats
Sosok

Kades Sukawening Tulis Buku Benang Merah Lahirnya Sukawening

Ali Agus, SE Kades Sukawening Menulis Buku Benang Merah Lahirnya Sukawening

RAKSAGARUTNEWS.COM – SUKAWENING

Hingga saat ini untuk pelengkap profil Kecamatan Sukawening mengenai sejarah berdirinya Kecamatan Sukawening masih ditelusuri oleh pihak kecamatan tersebut. Namun, ketika peliput bersua dengan Ali Agus, SE Kades Sukawening, ternyata secara diam-diam, ia telah merampungkan penulisan buku sejarah Sukawening berjudul “Benang Merah Lahirnya Sukawening”.

Menurut Ali Agus, tujuannya menyusun Buku Benang Merah Lahirnya Sukawening, tiada lain sebagai memori  bagi generasi penerus, dan saling berbagi pengetahuan untuk mereka yang penasaran ingin mengetahui munculnya nama Sukawening.

Buku Benang Merah Lahirnya Sukawening, akunya, sebenarnya ditulis berdasarkan keinginan dirinya yang telah lama bermimpi untuk menyusun untaian narasi titimangsa lahirnya nama Sukawening, sehingga alur kisahnya terlihat seperti bentangan benang merah yang tak terputus.

“Kemudian  setelah saya menelusurinya dengan dipandu berbagai literasi, serta dibantu oleh rekan saya, terlihatlah rentangan benang merah, artinya benang merah itu adalah menggambarkan, atau menghubungkan beberapa sumber yang saling berkaitan menjadi sebuah kesatuan yang utuh. Maka substansi buku ini sebelum menguraikan lahirnya nama Sukawening terlebih dahulu saya mengulas tentang Umbul Sudalarang, lalu ke Mulabaruk, lantas ke Nangkapait, dan selanjutnya ke Sukawening,” ungkap Ali Agus.

Dikatakannya, apabila kita berbicara selayang pandang mengenai lahirnya nama Sukawening, maka berdirinya Sukawening erat sekali kaitannya dengan kronologis munculnya Umbul   Sudalarang, Mulabaruk dan Nangkapait. Oleh karena itu kita harus merunutnya. Pasalnya, dari ketiga nama tersebut, akan nampak kronologis rentangan benang merah munculnya nama Sukawening,  Dengan demikian titi mangsa lahirnya nama Sukawening bisa disimpulkan, yakni setelah 103 tahun, terhitung dari riwayat adanya Umbul Sudalarang, munculnya Kampung Mulabaruk, hingga adanya perubahan Onderdistrik Nangkapait menjadi Onderdistrik Sukawening.

“Akan tetapi, jika kita menghitung sejak munculnya  nama Nangkapait, maka titimangsa lahirnya nama Sukawening terbentang setelah rentang waktu 52 tahun,” imbuhnya.

Untuk itu, ujarnya, sebelum kita membicarakan lahirnya nama Sukawening yang kini dilestarikan menjadi nama Kantor Pemerintahan Kecamatan Sukawening, dan Kantor Pemerintahan Desa Sukawening, tidak ada salahnya meskipun hanya sekilas mengulas Umbul Sudarang yang ada kaitannya dengan  Pangeran Kornel, dan Bupati Garut pertama (Raden Tumenggung Adiwijaya). Hal itu, guna menarik titimangsa, minimalnya kita bisa menentukan tahun pristiwa narasi yang terjadi sebagai tolak ukur.

“Selanjutnya setelah usai mengulas Umbul Sudalarang, akan  saya sampaikan pula sub bab dari Babad Mulabaruk sebagai gambaran yang ada kaitannya dengan lahirnya makna Sukawening. Itupun terlepas diakui, atau tidak, bahwa di dalam Babad Mulabaruk ada seorang ulama besar yang telah berjasa, diantaranya menciptakan kondisi geografis alam Sukawening, seperti keadaan geografis Sukawening pada saat ini,” ungakap Ali Agus.

Selepas itu, katanya, barulah kita akan membahas mengenai silsilah munculnya nama Nangkapait, dan titimangsa mencuatnya nama Nangkapait sebagai acuan dalam rangka menyibak tirai misteri kronologis lahirnya Sukawening yang diabadikan menjadi nama Kantor Pemerintahan Kecamatan Sukawening dan Kantor Pemerintahan Desa Sukaweing. Darma.

Tag
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker