web stats
Mitos

Kisah Mistik dan Realita Stasiun Cipeundeuy

Dibalik Misteri dan Fakta Stasiun Cipeundeuy Malangbong Garut

Sumber Foto : Stasiun Cipeundeuy oleh Wie146 dengan lisensi Creative Commons 3.0

RAKSAGARUTNEWS.COM – MALANGBONG

Stasiun Cipeundeuy didirikan oleh bangsa Belanda pada Tahun 1893 merupakan bagian dari Daerah Operasi II Bandung (Daop II Bandung). Stasiun tersebut berada di wilayah Desa Cinagara Kecamatan Malangbong Garut pada ketinggian +772 meter di atas permukaan laut. Oleh karena itu setiap kereta harus berhenti, bukan hanya sebatas menaik turunkan penumpang, melainkan untuk pemeriksaan secara seksama terhadap lokomotif. Soalnya jalur setelah dan sesudah Stasiun Cipeundeuy kondisi medan jalannya naik-turun cukup terjal. Akan tetapi disisi lain, malah tersiar kabar mistik yang menjadi buah bibir masyarakat. Katanya di wilayah tersebut ada penguasa bangsa jin bernama Haji Kewoh. Makanya setiap kereta api harus berhenti.

Terkait dengan hal tersebut, Mamat dari Desa Cikarag menuturkan, menurut cerita dari ayah handanya, yakni almarhum Hadi sewaktu bekerja di Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA), memang sejak jaman penjajahan Belanda sudah diperintahkan, bahwa di Stasiun Cipeundeuy kereta api harus berhenti. Namun dibalik hal itu malah tersebar isu berbau mistik yang kian hari semakin diyakininya, isu tersebut menyatakan, bahwa disekitar Stasiun tersebut ada penguasa bangsa jin.

“Masyarakat awam yang masih kental dengan kepercayaan terhadap bangsa jin, menduga antara stasiun Ciawi, Cirahayu, Cipeundey, hingga ke Stasiun Bumiwaluya, ada bangsa jin yang menguasainya. Salahsatu buktinya, mereka menganggap dengan dirubahnya nama Stasiun Malangbong menjadi Stasiun Bumi Waluya, dan Stasiun Torowek diubah menjadi Stasiun Cirahayu, sehubungan di sepanjang jalan rel kereta api dari ke-4 stasiun itu sering terjadi kecelakaan, karena ulah bangsa jin,” kata pria kelahiran 1954 yang akrab disapa Mamat.

Berdasarkan cerita mistik yang telah tersebar dikalangan masyarakat dari ahli spritiual, menyebutkan, bangsa jin yang menguasai wilayah antara stasiun Ciawi, hingga ke Stasiun Bumiwaluya itu bernama H. Kewoh. Konon ulahnya akan mengakibatkan malapetaka yang menimpa kereta api. Salahsatunya sewaktu jaman kereta api locomotif dengan bahan bakar batu bara pernah mengalami kejadian locomotif maupun gerbongnya anjlok terguling, dan sempat gerbongnya putus dari Lokomotif mundur lagi ke Torowek Stasiun Cirahayu di sekitar Kampung Wage.

Selain itu pada tahun 1995, setelah digantinya lokomotif dengan mesin disel, ada peristiwa kecelakaan Kereta Api (KA) gabungan Galuh dan Kahuripan sewaktu tengah malam selepas dari Stasiun Cipeundeuy di dekat jembatan Trowek mengalami kecelakaan terperosok ke dalam jurang yang cukup dalam.

“Sehubungan di sepanjang jalan tersebut rawan kecelakaan, maka sekitar tahun 1960-an ada sesepuh dari Kampung Wage bernama H. Komar menganjurkan untuk mengadakan selamatan upacara ritual menyembelih kerbau bule yang sekaligus menggelar ritual ruwatan Wayang Golek dengan dalangnya adalah Ki Uca dari Ciawi Tasik. Lokasi ritualnya harus di wilayah Kampung Wage Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasik,” tutur Mamat.

“Disamping kisah-kisah Mitos Stasiun tersebut, ternyata kata orang tua saya, semenjak dibukanya stasiun itu pada tahun 1893, ahli teknis kereta api dari kebangsaan Belanda telah memerintahkan, bahwa setiap kereta api diwajibkan berhenti di stasiun ini. Waktu itu bukan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, melainkan untuk pemeriksaan rem, atau penambahan lokomotif dengan lama istirahat sekitar 2 jam,” Kata Mamat ketika bersua dengan penulis di rumah kediamannya.

Sampai saat ini perintah Belanda yang menganjurkan harus berhenti di Stasiun itu masih tetap diberlakukan. Kalau dulu hanya sebatas pemeriksaan, tapi untuk saat ini, disamping pemeriksaan, bisa menaikkan dan menurunkan penumpang dengan lamanya berhenti selama 15 menit. Pasalnya kondisi medan jalur sebelum dan sesudah Stasiun Cipeundeuy  jalannya naik-turun cukup terjal. Ditambah lagi kondisi tanah yang dilintasi rel kereta api rawan longsor. Hal itu terbukti pada akhir Februari 2009 pernah terjadi longsor yang mengakibatkan perjalanan kereta api dari Bandung ke arah timur terpaksa untuk sementara dialihkan melalui Stasiun Cikampek dan Cirebon.

Sedangkan mengenai jalur kereta api sebelum dan sesudah Stasiun Cipeundeuy medan jalannya naik turun dan terjal, kita bisa melihat posisi masing-masing setasiun berdasarkan letak ketinggian diatas permukaan laut (dpl).

Stasiun Cibatu memiliki letak ketinggian +612 m dpl, Stasiun Bumiwaluya terletak pada ketinggian +541 m dpl, Stasiun Cipeundeuy berada pada ketinggian +772 m dpl, Cirahayu terletak pada ketinggian +525 m dpl, dan Ciawi posisi ketianggiannya +510 m dpl

Dengan demikian, perjalanan kereta api dari Stasiun Cibatu posisinya akan menurun menuju Stasiun Bumiwaluya, kemudian akan melintasi jalan menanjak dengan membawa beban hingga ke Stasiun Cipeundeuy.

Begitu juga perjalanan kereta api dari Ciawi Tasik menuju Stasiun Cipeundeuy harus diperiksa dulu. Soalnya lokomotif kereta api itu telah menempuh jalan rel yang menanjak dengan membawa beban berat. Oleh karena itu setiap kereta api tetap harus diperiksa.

Pemeriksaan itu tiada lain untuk menghindari jangan sampai ada hal-hal yang tidak diharapkan, seperti kecelakaan Kereta Api Lodaya Malam jurusan Stasiun Bandung Hall-Solo Balapan yang ditarik lokomotif CC206 13 86 milik depot lokomotif JNG, pada tanggal 5 Oktober 2015. Kecelakaan terjadi pada lintasan antara Stasiun Cirahayu dan Stasiun Ciawi akibat as rodannya tergelincir. Sehingga sejumlah KA yang lewat jalur selatan terpaksa lewat jalur utara.

Wallahu A’lam Bishawab. Itulah ceritra mistik mengenai Jin H. Kewoh yang mengusai wilayah Stasiun Cipeundeuy dan sekitarnya yang mendatangkan malapetaka. Bisa jadi ceritra mistik itu adalah sebuah mitos saja. Yang jelas, secara logika, jalur setelah dan sesudah Stasiun itu kondisi medan jalannya naik-turun cukup terjal. Ditambah lagi kondisi yang dilintasi rel kereta api tanahnya labil rawan longsor. (Darma)

Tag
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker