web stats
Politik

Komisioner Bawaslu Garut Hadiri Rakor Panwas Pangatikan

Panwascam Pangatikan Selenggarakan Rapat Koordinasi Panwaslu Desa

RAKSAGARUTNEWS.COM – PANGATIKAN

Tahapan kampanye Pemilu 2019 saat ini masih terus berlangsung hingga batas akhir nanti menjelang masa tenang pada tanggal 14 April 2019. Konstalasi politikpun dirasa kian memanas mendekati hajat demokrasi lima tahunan itu. Guna menyikapi situasi tersebut, pengawas pemilu di setiap kecamatan mengadakan rapat koordinasi untuk pengawasan dalam tahapan kampanye itu.

Sama halnya dengan Kecamatan lain, Panwaslu Pangatikan juga mengadakan Rapat Koordinasi serupa dengan menghadirkan para Panwas Desa se-Kecamatan Pangatikan. Dalam agenda rakor tersebut tampak hadir pula Camat Pangatikan, perwakilan Polsek dan Koramil Wanaraja.

Ketua Panwaslu Kecamatan Pangatikan, Agus Kuswara dalam sambutannya mengungkapkan, hal-hal yang harus disikapi pengawas pemilu dalam tahapan kampanye ini.

“Kita selaku pengawas harus lebih intens mengawasi tahapan kampanye ini, tolong lebih sering koordinasi dengan panwascam agar seluruh tahapan lebih terawasi dengan baik. Ranah kita adalah pengawasan, kita jangan terlibat dalam segala bentuk apapun dalam kampanye tetapi kita hanya mengawasi saja ,adapun kita menemukan temuan-temuan pelanggaran kita tindak lanjuti,” ujarnya.

Sementara Camat Pangatikan Budi Dermawan menyerukan, untuk bersama-sama mengawasi seluruh tahapan-tahapan dalam pemilu, khususnya sekarang dalam tahapan kampanye.

“Kami juga diperintahkan oleh bapak Bupati untuk mengawasi, mengamankan dan mensukseskan pemilu tahun 2019. Untuk itu mari kita semua mensukseskan pemilu 2019 ini agar aman, tertib dan lancar,” kata Budi.

Akhmad Nurul Syahid dan Asep Burhan, Komisioner Bawaslu Kabupaten Garut mengisi sesi pokok dalam agenda rapat tersebut dengan menyampaikan materi-materi terkait dengan fungsi pengawasan.

“Kita semua harus terus mengawasi para peserta pemilu dalam pemilu 2019, apalagi ini tahun politik kita harus benar-benar mengawasinya ,agar bisa saja terjadi pelanggaran pelanggaran yang terjadi. Untuk itu kita harus aktif dan fokus kepada tugas kita selaku pengawas pemilu,” ungkap Akhmad.

Sementara pemateri lain Asep Burhan dalam materinya mengungkapkan, ada kegembiraan dan ada kengerian dalam perubahan Perbawaslu No.22 menjadi Perbawaslu No. 33 tahun 2018. Pengawas harus betul betul ekstra kerja keras dalam pengawasan.

“Dalam Perbawaslu No. 22 pelarangan dalam tim/berkampanye dari Kepala Desa sampai bawahannya yaitu RW dan RT, namun dalam Perbawaslu No. 33 2018 larangan untuk RT dan RW dihapus. Dalam hal pemasangan APK juga ada perubahan, di Perbawaslu No. 22 APK yg dipasang di rumah atau lahan seseorang harus atau cukup izin lisan, namun dalam Perbawaslu terbaru harus ada izin tertulis dari pihak terkait,” tutur Asep. (Dadan Farid Ridwan)

Tag
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker