web stats
Raksa Desa

Pelatihan Penanggulangan Bencana Digelar Pemdes Sukawening

Pemdes Sukawening Gelar Pelatihan Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat

RAKSAGARUTNEWS.COM – SUKAWENING.

Kali ini melalui kegiatan bidang pemberdayaan masyarakat tahun 2018, Pemdes Sukawening menggelar Pelatihan Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat (PBBM)  untuk pencegahan dan meminimalisir dampak bencana.

Pada Rabu kemarin (19/12/2018) ada dua pemateri  yang dihadirkan dalam pelatihan tersebut, yaitu  Sertu Dadan (Babinsa Desa Sukawening dari Koramil 1104 Sukawening), dan Didin Ahmad Kurniawan (Danru Satpol PP Kecamatan Sukawening).

Kedua Pemateri itu dalam hal penyampaian Pelatihan Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat (PBBM) secara bergiliran menyampaikan materi penanggulangan bencana  untuk pencegahan dan meminimalisir dampak bencana  yang melibatkan masyarakat setempat.

Dihadapan 17 anggota Karang Taruna Desa Sukawening dari masing-masing RW sebagai peserta pelatihan, Pemateri yang akrab disapa Danru mengatakan, apabila bencana itu terjadi, dan pada saat kritis, masyarakat setempatlah yang akan mengatasi dampak bencana, baik yang menimpa pada keluarga, maupun tetangga dengan menggunakan kemampuan yang mereka miliki.

Melalui pelatihan ini, ucap Danru, mari kita jauh-jauh hari sedia payung sebelum hujan untuk menanggulangi bencana. Apabila hal itu tidak dipersiapkannya secara dini,  niscaya akan muncul suatu permasalahan, terutama dalam hal pemulihan sesudah terjadinya bencana.

“Pasalnya dalam tahap pemulihannya, seringkali memerlukan waktu panjang, dan sumber daya yang tak sedikit. Oleh karena itu masyarakat perlu siap siaga. Akan tetapi bagaimana dalam rangka mempersiapkan diri sebelum terjadinya bencana, atau pra bencana yang disesuaikan dengan kondisi alam, dan keadaan sosialnya,” ujar Didin.

Berdasarkan UU No. 24 Tahun 2007, kata Didin, ada tiga jenis bencana yang harus kita ketahui, yakni pertama Bencana Alam, kedua Bencana Non Alam, dan ketiga Bencana Sosial.

Dalam UU tersebut, ujarnya, bencana yang disebabkan dengan alam, disebut dengan Bencana Alam.  Yang termasuk Bencana Alam itu, yakni gempa bumi, letusan gunung api, tsunami, banjir, kekeringan, tanah longsor, kebakaran hutan, dan angin topan. Sedangkan bencana yang disebabkan oleh selain dari alam, disebut Bencana Non Alam, seperti epidemik, gagal teknologi, gagal modernisasi dan wabah penyakit.

Selain itu, lanjutnya, bencana yang disebabkan oleh manusia, disebut Bencana Sosial.  Salahsatu contohnya yang termasuk bencana ini, antara lain konflik sosial dan teror.

Sebenarnya, Kata Didin, jika kita melakukan upaya penanggulangan bencana setelah terjadi, jelas sekali akan memakan rentang waktu panjang dengan sumber daya yang merepotkan. Maka dari itu, lebih baik kita memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman dan resiko bencana dengan cara menggelar aktivitas pencegahan dan penanggulangan bencana yang berbasis masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam dan manusia dilingkungan setempat.

Makanya, imbuh Didin, perlu wadah penanggulangan bencana berbasis masyarakat yang dijadikan tempat program bencana. Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Sosial Republik  Indonesia No. 128 Tahun 2011, pemerintah telah mencanangkan dengan adanya Kampung Siaga Bencana.

“Dalam pelatihan penanggulangan bencana pada saat ini, yang paling utama adalah upaya pengurangan resiko bencana yang dilakukan pada tahap pra bencana, yakni  pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi,” tegas Didin yang didampingi Babinkamtibmas Desa Sukawening mengakhiri penyampaian materinya  pada Pelatihan Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat, di ruang Kantor Desa Sukawening, Rabu (19/12/2018).

Terkait dengan Pelatihan Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat (PBBM), Kepala Desa Sukawening, Ali Agus, SE mengatakan, pelatihan itu,  kami agendakan selama satu hari bertempat di ruang Kantor Desa Sukawening.

“Pada pelatihan tersebut, sebagai pematerinya kami berdayakan narasumber dari Koramil 1104 Sukawening, dan Danru Satpol PP Kecamatan Sukawening untuk memberikan materi-materi pelatihannya dalam rangka pencegahan dan meminimalisir dampak bencana melalui penanggulangan bencana berbasis masyarakat,” kata Ali Agus,  sewaktu bersua dengan wartawan media ini di ruang tamu Kantor Desa Sukawening, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut Jawa Barat, Kamis (20/12/2018).

Mudah-mudahan saja, ucapnya, kepada peserta pelatihan dari Karang Taruna, dengan adanya  kegiatan bidang pemberdayaan masyarakat pada tahun 2018 ini melalui pelatihan penanggulangan bencana yang diselenggarakan oleh Pemerintahan Desa Sukawening, generasi muda yang diwadahi oleh Karang Taruna, diharapkan menjadi garda terdepan untuk penanggulangan bencana. Sehingga hasil menimba ilmu dari pelatihan itu, benar-benar bermanfaat bagi segenap masyarakat di desa ini. ℗Darma/Eko.

Tag
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker