web stats
Misteri

Penampakan Eyang Wali Rangga Wulung di Atas Pohon Jati Tua

Babinsa Koramil 1104 Sukawening Melihat Penampakan Eyang Wali Rangga Wulung

RAKSAGARUTNEWS.COM

Babinsa Desa Mekarwangi dari Koramil 1104 Sukawening Kabupaten Garut yang akrab dipanggil Surya, mengaku, ketika memantau kegiatan ronda di wilayah Desa Mekarwangi Kecamatan Sukawening, pernah melihat dengan kasat mata penampakan Eyang Wali Rangga Wulung berdiri di atas pohon jati tua.

Awalnya sebelum Surya melihat sosok Eyang Rangga Wulung, terlebih dahulu pada tahun 2011, saat dirinya bertugas menjadi Babinsa di Desa Sindanggalih Kecamatan Karangtengah Garut, bermimpi kedatangan seseorang yang tak dikenal menghampirinya. Orang yang tak dikenal itu  seraya menyuruh Surya melihat pohon jati yang terlihat sudah kering kerontang. Lalu tangannya menunjuk ke arah pohon jati itu berada. Akan tetapi mimpi tersebut oleh Surya sama sekali tak dihiraukannya. Ia menganggapnya mimpi itu hanya sekedar bunga tidur belaka. Apalagi keberadaan pohon jati itu tidak tahu dimana lokasinya.  Makanya Surya tak pernah mengingatkan impian tersebut.

Ternyata setelah 2 tahun lamanya, terhitung dari tahun 2011 bertugas menjadi Babinsa di Desa Sindanggalih, kemudian pada tahun 2012 dipindah tugaskan ke Desa Mekarluyu Kecamatan Sukawening. Selanjutnya pada tahun 2013 dioper lagi menjadi Babinsa di Desa Mekarwangi.  Barulah sesudah 5 bulan bertugas menjadi Babinsa di Desa Mekarwangi, impian mengenai pohon jati sewaktu menjadi Babinsa di Desa Sindanggalih  terkuak lagi.

Penampakan Eyang Wali Rangga Wulung di Atas Pohon Jati Tua
Surya S, Babinsa Desa Mekarhurip

Waktu itu pas saya silaturahmi ke rumahnya Pak Odong Suhaya Kepala Desa Mekarwangi. Ada seseorang bernama Agus. Ia mengatakan, bahwa di desa ini ada pohon Jati yang usianya sudah tua. Menurut cerita orang tua dulu, katanya, Jati tersebut merupakan saksi bisu dari karomah Eyang Wali Rangga Wulung yang menancapkan tongkat jati menjadi pohon jati. Saat itu, rasa penasaran pun terus menggugah jiwa. Dipenghujung obrolan, saya segera bergegas mengajak Pak Agus menuju ke lokasi tempat jati tua itu berada,” ujar Surya.

 

Setibanya di lokasi yang dituju, Surya tertegun kaget melihat pohon jati yang masih berdiri. Kondisi fisiknya persis seperti dalam impiannya tempo lalu. Pohon itu masih berdiri kokoh menancap di atas tanah, meskipun tampak mengering tidak ada daun yang tumbuh menghiasinya.

Baca juga : Tongkat Eyang Wali Berubah Menjadi Pohon Jati di Sukawening

Selang beberapa bulan setelah Surya melihat pohon jati tersebut, pas pada malam Jum’at Keliwon 31 Mei 2013, sekitar pukul 22.00 WIB, ketika dirinya  memantau kegiatan ronda malam ke Kampung Jati, lalu mampir ke rumah Udir untuk mengambil golok milik Nunu. Namun Udir saat itu lagi menjumpai Odong. Babinsa Mekarwangi pun meneruskan keliling untuk mengontrol kegiatan ronda.

Sekitar pukul satu malam, Surya sambil berkeliling kampung, entah mengapa tiba-tiba perasaan hatinya ingin melihat pohon jati tua pada waktu malam. Ia segera menuju lokasi pohon jati tua. Namun tiba-tiba langkah kaki Surya terpaku pada jarak sekitar 50 meter dari tempat berdirinya pohon jati Eyang Wali. Ia malah berdiri terpana memandang ke arah pohon tersebut. Bulu kuduknya mendadak merinding. Sekujur tubuhnya gemetar bagaikan kedinginan. Soalnya dengan kasat mata, dirinya menyaksikan sesosok orang berjubah putih dengan ikat kepala putih berdiri di atas pohon jati tua.

Surya terpana saat melihat penampakan Eyang Wali Rangga Wulung berdiri di atas pohon jati, berbusana persis seperti gaun yang dikenakan oleh Pangeran Diponogoro, atau para Waliyulloh. Lalu orang berjubah putih itu terbang menuju ke tempat Situ Tajimalela. Kemudian terlihat lagi terbang menuju suatu tempat keramat di Kampung Majapahit di wilayah Desa Caringin Kecamatan Karangtengah. Lantas kembali lagi muncul menuju pohon jati tersebut. Akan tetapi, biarpun indra penglihatan Surya terus memandang tak berkedip, namun orang berjubah putih itu dengan secepat kilat menghilang di lokasi berdirinya pohon jati tua.

Detak jatung Surya tatkala melihat sosok goib bergaun lajimnya para Waliyulloh, hentakan irama jantungnya bertalu kencang. Tubuhnya tak bergerak bagaikan arca. Matanya terpana tak berkedip. Hati dan lisannya terus bertasbih menyebut “Subhanalloh” hingga penampakan sosok berjubah putih itu lenyap dengan sekejap.

Seiring dengan menghilangnya sosok seperti para wali itu, Surya yang berdiri  memandang penuh rasa heran, seketika tubuhnya bergerak, dan perlahan melangkahkan kaki. Lisannya berulangkali mengucapkan Subhanallah. Kemudian ia memanjatkan do’a, khususnya untuk Eyang Wali Rangga Wulung, umumnya untuk para karuhun yang telah meninggal di sekitar  wilayah Desa Mekarwangi.

Akhirnya Babinsa yang masih berseragam Tentara itu bergegas pergi. Langkah kakinya seirama dengan hatinya yang tak henti terus bertasbih meninggalkan lokasi tempat berdirinya pohon jati tua Eyang Wali Rangga Wulung. Darma.

Tag
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker