web stats
Aneka Peristiwa

Poktan Rukun Saluyu Kecewa Menanti KUR dari BNI

Poktan Rukun Saluyu Menanti KUR dari BNI Berujung Komplain

RAKSAGARUTNEWS.COM – SUKAWENING

Kelompok Tani (Poktan) Rukun Saluyu dari Desa Sukaluyu Kecamatan Sukawening, pada awal Januari 2019 benar-benar mengharapkan sekali kucuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Pemerintah via PT Bank Negara Indonesia Tbk melalui program GMMT Okmar 2018/2019. Sayangnya harapan untuk menerima KUR dari program tersebut, malah berujung komplain penantian yang penuh dengan rasa kecewa.

Poktan Rukun Saluyu Kecewa Menanti KUR dari BNI
Ahmad Saepudin Alias Ae, Anggota Poktan Rukun Saluyu

“Awalnya kami mengajukan KUR, karena ada pemberitahuan dari Petugas UPT Dinas Pertanian Kecamatan Sukawening. Ia memberitahukan, apabila ingin mendapatkan bantuan KUR, harus segera mengajukannya. Jika tidak lekas mengajukannya nanti terburu tutup. Apabila sudah tutup, berarti harus menunggu waktu selama 5 bulan lagi,” ungkap Ahmad Saepudin (alias Ae) anggota Poktan Rukun Saluyu dari Kampung Cikelepu RT.01 RW.07 Desa Sukaluyu yang juga dipercaya sebagai koordinator pengurus KUR  untuk lingkup Poktan tersebut.

Maka dari itu, ujarnya, pada bulan Desember tahun 2018 kemarin, kami segera melengkapi persyaratan untuk mengajukan KUR ke Bank BNI yang difasilitasi oleh petugas dari UPT Dinas Pertanian Kecamatan Sukawening. Dengan harapan para anggota Poktan Rukun Saluyu mendapatkan kucuran uang dari KUR BNI. “Karena pada awal Januari tahun ini sudah mulai bercocok tanam,” ujar Ae.

Apalagi ada informasi, bahwa  2 Poktan di wilayah Kecamatan Sukawening, yaitu Poktan Karya Mekar dari Desa Mekarluyu, dan Kereman dari Desa Maripari pada Sabtu lalu, (19/01/2019) telah memperoleh KUR via Program Gerakan Mengawal Musim Tanam Oktober 2018-Maret 2019 (Program GMMT Okmar 2018/2019) melalui  PT Bank Negara Indonesia Tbk.

Otomastis, kata Ae, informasi tersebut membuat anggota Poktan Rukun Saluyu yang terdiri dari 10 petani menjelang musim tanam pada Januari 2019, begitu ceria sekali. Soalnya mereka sangat meyakini akan mendapatkan uang dari KUR untuk modal bertani.

“Akan tetapi, apa yang terjadi?” ujar Ae, “Uang KUR dari Bank BNI yang dinanti-nantikan oleh para anggota Poktan Rukun Saluyu, hingga tanaman jagung maupun padi mulai membesar, malah tidak ada kabar berita.”

Kini, ucapnya, masa tanampun telah berlalu. Penantian para anggota Poktan Rukun Saluyu untuk mendapatkan bantuan KUR yang dikucurkan via Bank BNI, ternyata berujung hanya sebatas penantian.

“Tentunya saya sebagai KCA pengurus KUR sangat kecewa sekali, bahkan menjadi beban moral bagi saya. Pasalnya para anggota selalu menanyakan, kapan uang KUR dari BNI itu cair? Kalau bisa, cairnya di awal Januari, tepat waktu musim tanam,” ungkap Ae.

Untuk itu, imbuhnya, Senin kemarin, 28 Januari 2019, pukul 13.00, Ketua Poktan Rukun Saluyu mengabarkan, bahwa dari UPT Dinas Pertanian Sukawening dan pihak BNI akan hadir, katanya akan menjelaskan perihal KUR yang sangat dinantikan cair awal Januari oleh para anggota Poktan sebelum bercocok tanam.

Ternyata, kata Ae, baik petugas dari UPT Dinas Pertanian Sukawening dan pihak BNI, yang ditunggu oleh para anggota Poktan Rukun Saluyu untuk mendengarkan dan menanyakan kepastian masalah KUR, sampai ba’da Asyar petugas itu malah tidak hadir. “Sehingga realita itu semakin menambah kekecewan saya, dan para anggota yang hadir, ibarat peribahasa sudah jatuh tertimpa tangga,” keluh Ae. ℗Darma.

Tag
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker