web stats
Ekonomi

UPK-DAPM Sukawening Tetap Eksis Kelola Dana Bergulir SPP

Berkat Penanganan Kolektibilitas UPK-DAPM Sukawening Kelola 2,7 Milyar Dana SPP

RAKSAGARUTNEWS.COM – SUKAWENING

Sebagai upaya serius pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan, maka pemerintah pada tahun 1998 berupaya dengan mencanangkan Program Pengembangan Kecamatan (PPK). Kemudian pada tahun 2007 program tersebut berubah nama menjadi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP). Kegiatannya, selain menggalakan program infrastruktur perdesaan,  juga menumbuh kembangkan program dana bergulir yang disalurkan kepada kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP).

Ternyata kesan dari hasil PNPM-MP berupa kegiatan pembangunan infrastruktur jalan, sepertinya tidak ada bekas peninggalannya. Pasalnya, baik jalan yang dibangun dengan rabat beton, maupun pengaspalan sudah pada rusak dimakan usia. Hal itu berbeda dengan program dana bergulir SPP yang dikelola oleh Unit Pengelola Kegiatan (UPK) sebagai unit pengelola dan operasional pelaksanaan kegiatan antar desa. Sampai saat ini, program dana bergulir SPP masih bertahan  dan terus tumbuh berkembang di setiap kecamatan. Diantaranya program dana bergulir SPP di Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Provinsi Jawabarat.  Hingga saat ini tetap eksis mengelola dana bergulir sebesar 2,7 milyar rupiah.

“Bertahannya UPK Sukawening dalam mengelola dana bergulir SPP, tentunya tak terlepas dari peningkatan penanganan kolektibilitas,” ungkap Ius Suprianto Ketua UPK-DAPM Kecamatan Sukawening yang telah definitif sejak Kamis 21 Januari 2018.

Dikatakannya, perkembangan UPK Sukawening yang kini berubah nama jadi Unit Pelaksana Kegiatan Dana Amanah Pemberdayaan (UPK-DAPM Sukawening)  dalam mengelola dana bergulir SPP tidak mengejutkan, namun selaras dengan peribahasa “sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit”. Realita itu terbukti dana bergulir SPP yang dikelola oleh UPK tersebut  terhitung dari tahun 2009-2014  anggaran SPP yang terhimpun sekitar 1,3 milyar rupiah dari modal awal, dengan jumlah kelompok SPP-nya saat itu sebanyak 70 kelompok.

Selanjutnya, pada periode 2014-2017, dana akumulatif yang dikelola oleh UPK-DAPM Sukawening, dari 1,3 milyar menjadi 2,4 milyar rupiah, dengan jumlah kelompok SPP-nya sebanyak 180 kelompok. Bahkan pada kurun tersebut, Unit Pelaksana Kegiatan Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat telah membeli tanah dan bangunan untuk kantor senilai 140 juta rupiah, ditambah inventaris kantor, dan lainnya, dengan totalnya sekitar 200 juta rupiah.

Tak lama kemudian, sejak Ius Suprianto menjadi Plt Ketua UPK-DAPM Sukawening, biarpun baru berkiprah selama 4 bulan, terlihat ada perkembangan yang mengejutkan. Dana Amanah Pemberdayaan SPP (DAPM-SPP) dari 2,4 milyar menjadi 2,5 milyar rupiah. Begitu pula jumlah kelompok SPP-nya dari 180 kelompok,  bertambah menjadi 211 kelompok SPP.

Selanjutnya setelah  Ius Suprianto  dikukuhkan menjadi Ketua UPK-DAPM Sukawening, Kamis 21 Januari 2018,  hingga saat ini pengelolaan DAPM via SPP meningkat menjadi 2,7 milyar rupiah. Namun jumlah kelompoknya, dari 211 kelompok SPP, oleh pengurus UPK-DAPM dirampingkan menjadi 201 kelompok. Perampingan kelompok tersebut, ujar Ius, tiada lain guna peningkatan penanganan kolektibilitas.

“Meskipun demikian usaha pengembangan kelompok SPP harus terus ditumbuh kembangkan dengan target perguliran DAPM terhadap kelompok SPP yang baru, bagaimana supaya lancar. Maka dari itu dalam hal pembinaannya tak terlepas selalu meningkatkan pengawasan dengan peningkatan penanganan kolektibilitas. Sehingga Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat, atau DAPM  yang bergulir di setiap kelompok baru tetap kondusif, ” kata Ius Suprianto.

Realita itu, supaya dana perguliran yang dikelola oleh UPK-DAPM  jangan sampai mengendap, apalagi tertatih-tatih, atau lebih jauhnya kolep, maka harus disikapinya dengan bekerja ekstra, seperti menginformasikan kepada masyarakat desa, bahwa UPK-DAPM Sukawening terbuka terus meminjamkan uang bagi kelompok lama maupun kepada kelompok baru setelah melalui seleksifitas.

“Selektifitas untuk kelompok baru yang akan meminjam uang ke UPK-DAPM, harus mengacu kepada Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (AD/ART) UPK-DAPM Sukawening. Salahsatunya setiap kelompok minimalnya  berjumlah 5 orang, maksimalnya 15 orang. Mereka akan diberi pinjaman dengan sistem tanggung renteng, maksimalnya per anggota sebesar 1 juta rupiah. Jika satu kelompok ada 15 orang, berati  UPK-DAPM Sukawening akan mengeluarkan uang senilai 15 juta rupiah,”  papar Ketua UPK-DAPM Sukawening, Rabu (23/01/2019) di ruang kantor.

Sedangkan bagi kelompok SPP yang telah lama, kata Ius, jumlah anggotanya rata-rata 10 -15 orang. Setiap anggotanya telah diberi pinjaman oleh Unit Pelaksana Kegiatan Dana Amanah Pemberdayaan sebesar 5 juta rupiah. Dengan jasanya hanya 1,5 % dari total pinjaman.

Selain itu, lanjut Ius, supaya lebih meningkatkan kepercayaan kepada masyarakat, dalam rangka mengelola uang 2,7 milyar dengan prinsip keterbukaan, kami akan membuktikan keberhasilan UPK-DAPM Sukawening, melalui sebuah impian pembenahan tata ruang kantor pembangunan dua lantai gedung UPK-DAPM yang representatif.

Hal itu, imbuhnya, demi meningkatkan kepercayaan  kelompok SPP maupun masyarakat kepada UPK sebagai pengelola Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Sukawening.

“Kedepannya, sesuai dengan harapan BPMD, sewaktu kami menyerahkan LPJ, pihak BPMD memberikan motivasi kepada  UPK-DAPM Sukawening, selain mengembangkan jasa simpan pinjam dengan tanggung renteng, pengelola harus bisa mengembangkan dana amanah untuk perorangan bagi para anggota kelompok yang sudah lama, dengan memasukannya ke dalam AD/ART,” ujarnya.

Mudah-mudahan saja, ucap Ius, para pengurus UPK-DAPM Sukawening dalam mengelola 2,7 milyar rupiah dana amanah, lebih berkembang lagi serasi dengan tujuan khusus SPP, antaralain Mempercepat proses pemenuhan kebutuhan pendanaan usaha ataupun sosial dasar, dan Memberikan kesempatan kaum perempuan untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga melalui pendanaan peluang usaha, sehingga mencapai visi UPK-DAPM Sukawening, yakni menyejahterakan masyarakat lebih maju dalam bidang ekonomi, melalui pengelolaan dana amanah SPP.  ℗Darma

Tag
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker