web stats
EventPendidikan

Pelepasan Siswa Siswi Mu’allimin PPI 19 Bentar TA 2018-2019

Suasana Haru Hiasi Pelepasan Siswa-Siswi Kelas XII PPI 19 Bentar

RAKSAGARUTNEWS.COM – GARUT KOTA

Tetesan air mata mengiringi pelepasan 78 siswa-siswi tingkat Mu’alimin atau SMA sederajat Pesantren Persatuan Islam 19 Bentar Garut yang terdiri dari 34 siswa dan 44 siswi dalam acara paturay tineung kelas XII Pesantren Persatuan Islam 19 Bentar tahun ajaran 2018-2019, acara yang sederhana namun penuh khidmat tersebut, bertempat di lapangan olahraga PPI 19 Bentar, Jalan Guntur, Kelurahan Ciwalen, Garut, Senin (24/6/2019).

Kepala Mu’allimin PPI 19 Bentar Ustadz. H. Mulyana BA yang didampingi Ustadz Imam, Humas PPI 19 Bentar mengaku merasa bersedih melepas siswa-siswi kelas XII karena sudah dianggap sebagai anak sendiri.

Pelepasan Siswa Siswi Mu'allimin PPI 19 Bentar TA 2018-2019
Kepala Mu’allimin PPI 19 Bentar, Ustadz Mulyana BA (Memakai Baju Putih) Didampingi Humas PPI 19 Bentar, Ustadz Imam.

“Tak terasa sudah 3 tahun kebersamaan kami dengan mereka, pada hari ini kami paturay dengan mereka, terus terang mereka itu sudah dianggap seperti anak kami sendiri, makanya ada perasaan berat melepas mereka,” ungkapnya.

“Alhamdulillah semua angkatan ke-38 semuanya lulus dan sebagian besar lulusan dari sekolah kami melanjutkan ke Perguruan Tinggi bahkan keluar negeri seperti ke Mesir Universitas Al-Azhar, Sudan, Libya dan Madinah dan siswa-siswi lulusan sini juga ada yang mendapat beasiswa khusus baik dari perguruan tinggi yang ada di Indonesia maupun perguruan tinggi dari luar negeri,” ujarnya.

Lebih lanjut Ustadz Mulyana mengharapkan, siswa-siswi lulusan PPI 19 Bentar menjadi orang yang berguna dan bermampaat bagi semua baik untuk keluarganya, lingkungan masyarakat bahkan untuk negara dan diharapkan pula mereka jadi Uswah yang baik bagi semua.

Hal yang sama diungkapkan oleh siswa kelas XII Tri Mahendra, dirinya merasa sedih dan berat meninggalkan sekolah pesantren Persis Bentar tempat dia menimba ilmu.

“Ada pertemuan pasti ada perpisahan, sebenarnya kami berat meninggalkan sekolah ini tapi harus bagaimana memang itu yang mesti kita jalani, kami ucapkan banyak terima kasih pada guru-guru kami yang telah mendidik kami dengan penuh kesabaran dan tanpa lelah, kami sudah anggap guru-guru seperti orangtua kami sendiri dan insya Alloh ilmu yang telah kami dapat dari para guru sangat bermanfaat sekali dan insya Alloh akan kami terapkan dan diaplikasikan didalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

“Kami mohon maap yang sebesar-besarnya bilamana selama menimba ilmu disini kami selalu bikin susah dan banyak kekhilapan serta ke alpaan yang menyakiti hati bapak, ibu guru dan kami mohon maaf belum bisa membalas amal baik bapak, ibu guru, semoga Alloh membalas kebaikan Bapak, ibu guru,” pungkas Tri Mahendra. **Tadz**

Tag
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker