web stats
Informasi

Jelang Reaktivasi, Bangunan Stasiun Wanaraja Direnovasi

Kereta Api Diuji Coba September, Renovasi Stasiun Wanaraja Terus Dikebut Pengerjaannya

RAKSAGARUTNEWS.COM – WANARAJA

Progres reaktivasi jalur kereta api Cibatu – Garut akhir-akhir ini mengalami perkembangan yang cukup pesat. Menurut catatan, jalur kereta api Cibatu – Garut merupakan jalur bersejarah perkeretaapian di Indonesia, jalur ini pertama kali dioperasikan tahun 1889 oleh perusahaan kereta api Belanda Staatsspoorwegen, menyusul jalur Garut – Cikajang dioperasikan pada tahun 1930. Sempat terhenti beroperasi di tahun 1983, jalur kereta ini dalam waktu dekat akan segera dinikmati kembali oleh warga Garut.

Keseriusan PT. KAI untuk mereaktivasi jalur kereta api Cibatu – Garut terlihat dengan dikebutnya beberapa pengerjaan sarana prasarana kereta api. Selain pengerjaan jalur rel, PT. KAI juga menggarap serius pengerjaan renovasi di beberapa stasiun di Jalur ini. Salah satu yang mengalami progres cukup baik adalah pengerjaan renovasi Stasiun Wanaraja.

Sebagaimana pantauan Raksa Garut News, Stasiun Wanaraja tampak berbeda dibandingkan dengan beberapa waktu lalu, kini bangunan stasiun terlihat sedang dalam pengerjaan renovasi. Bahkan, emplasemen stasiun pun kini telah diratakan dan dipadatkan, tak lagi dikelilingi persawahan seperti sebelum dimulainya proses reaktivasi jalur kereta ini.

Jelang Reaktivasi, Bangunan Stasiun Wanaraja Direnovasi
Kondisi Stasiun Wanaraja Dulu, Saat Sebelum Proses Reaktivasi Jalur Kereta Api Cibatu – Garut Dimulai

Salah seorang pekerja renovasi Stasiun Wanaraja, Asep (38) mengatakan bahwa saat ini sedang dilakukan pekerjaan pengelupasan plester dinding dan perbaikan atap bangunan stasiun. Kendati demikian, proses renovasi ini dilakukan tanpa menghilangkan struktur bangunan asli peninggalan zaman kolonial Belanda.

“Bangunan lama tetap dipertahankan, bangunan stasiun dipercantik kembali. Disini kami melakukan pekerjaan pengelupasan dinding dan diganti dengan lapisan yang baru, begitupun sama halnya dengan bagian atap,” tutur Asep.

Jika telah aktif kembali, jalur kereta ini khususnya pengaktifan kembali Stasiun Wanaraja dapat memberi dampak positif bagi Kecamatan Wanaraja. Stasiun Wanaraja bisa dijadikan alternatif transportasi yang mudah dan murah bagi masyarakat Kecamatan Wanaraja.

Tak hanya itu, stasiun ini juga bisa menjadi tujuan wisatawan dari luar kota sebagai akses menuju kawasan wisata alam Talagabodas dan tempat wisata religi Makam Sunan Papak.

Stasiun Wanaraja yang terletak di Jalan Cikole, Desa Wanasari tersebut merupakan salahsatu dari tiga stasiun yang akan diaktifkan kembali oleh PT KAI selain Pasir Jengkol dan Stasiun Garut, hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Dirut KAI, Edi Sukmoro beberapa waktu lalu saat meninjau progres perkembangan reaktivasi jalur kereta api Cibatu – Garut.

“Stasiun yang akan difungsikan, Pasir Jengkol, Wanaraja, dan Garut. Pasir Jengkol dan Wanaraja sudah dimulai (renovasi) dan sudah mulai dikerjakan. Untuk halte juga akan dioperasikan lagi, tapi nanti tahap kedua. Sekarang baru stasiun dulu, nanti yang kecil-kecil nyusul,” ujar Edi Sukmoro sebagaimana dilansir republika.co.id.

Edi menuturkan tak ada kendala dalam proses reaktivasi jalur kereta Cibatu-Garut, PT KAI pun menargetkan pada September 2019 kereta bisa diuji coba dari Cibatu sampai Wanaraja.

“Target bulan September uji coba dari Cibatu sampai Wanaraja, insya Allah,” tutur Edi. **DD**

Tag
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker