web stats
EventRaksa Desa

Tim Pelaksana Inovasi Desa Zona 3 Gelar Pelatihan PSDM

Pencegahan Stunting, TPID Zona 3 Adakan Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia

RAKSAGARUTNEWS.COM – SUKAWENING

Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Zona 3 Kabupaten Garut yang mencakup lima Kecamatan, antara lain, Kecamatan Pangatikan, Wanaraja, Sucinaraja, Sukawening dan Karangtengah menggelar Pelatihan Pengembangan Sumberdaya Manusia (PSDM) dengan materi pokok Program Penanganan Stunting, bertempat di Sawah Lega Hegar Resort, Jalan Cihuni-Cibatu KM 3, Sukawening, Kamis (21/8/2019).

Pelatihan PSDM tersebut diikuti oleh Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa (PLD), Tim Pelaksana Inovasi Desa ( TPID), Perangkat Desa yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Kader Pembagunan Manusia (KPM).

Ketua Panitia Kegiatan PSDM Zona 3, Teten Sutendi menerangkan, pelatihan dilangsungkan selama dua hari, 21-22 Agustus.

Tim Pelaksana Inovasi Desa Zona 3 Gelar Pelatihan PSDM
Ketua Pelaksana Kegiatan PSDM Program Inovasi Desa, Teten Sutendi Saat Memberikan Sambutan

Teten mengatakan, Pelatihan ini bertujuan untuk mendorong kewaspadaan terhadap gejala-gejala Stunting, sehingga Kasusnya dapat di minimalisir di masyarakat.

Lebih lanjut, Teten menyampaikan, pelatihan ini melibatkan Berbagai lintas sektor. Adapun mengenai materi pelatihan, kata Teten, disampaikan oleh para ahli bidang kesehatan, pendidikan dan tenaga ahli pendampingan (TA) Kabupaten.

Menurutnya, target kegiatan ini, untuk mendorong masyarakat agar lebih peka dan peduli terhadap kebutuhan sosial dasar masyakarat.

“Khususnya di bidang kesehatan, pemenuhan gizi, pola hidup sehat, lingkungan sosial yang sehat sehingga kasus-kasus stunting dapat di minimalisir,” tutur Teten.

Pihaknya berharap setelah kegiatan pelatihan ini ada sebuah perubahan di setiap desa di zona tiga, hasil-hasil pelatihan dapat di implementasikan dalam kebijakan di setiap desa.

Pada kesempatan yang sama, Pejabat DPMD Kabupaten Garut, Asep Jawahir, S.Sos, M.Si mengatakan, terkait penanganan Stunting ini, pihaknya sudah memberikan payung hukum terhadap desa untuk dijadikan skala prioritas, melalui DPMD Kabupaten Garut, telah disusun Peraturan Bupati No 31 Tahun 2019 Tentang Penanganan Stunting.

“Mudah-mudahan di tahun 2020 oleh desa itu bisa dijadikan payung hukum buat penyusunan program kegiatan yang akan dimasukkan di dalam RPJMDes, RKPDes dan dianggarkan dalam APBDes, dan pada tahun 2020 desa menganggarkan secara optimal,” ujarnya.

Tim Pelaksana Inovasi Desa Zona 3 Gelar Pelatihan PSDM

Terkait penanganan stunting ini, Asep menjelaskan, DPMD tidak berdiri sendiri, menurutnya pihaknya melakukan pembinaan secara kelembagaannya, baik itu melalui kader posyandunya, kader PKK, dan Pokja 4 sedangkan dari Dinas Kesehatannya dan KB melakukan penanganan secara khusus atau secara tekhnisnya.

“Mudah-mudahan hasil dari kegiatan PID ini ada kontribusi terhadap pemerintah desa sesuai dengan amanat Permendagri 114 tentang Perencanaan Pembangunan Desa,” harap Asep. **Dadan FR**

Tag
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker