web stats
Aneka Peristiwa

Masalah Limbah Kulit, Dua RW di Kelurahan Regol Lapor Polisi

Perihal Limbah Kulit, Warga RW 18 dan 21 Kampung Sosial Sumbersari Tempuh Jalur Hukum

RAKSAGARUTNEWS.COM – GARUT KOTA

Di dalam UUD 1945 pasal 28H ayat 1 menerangkan bahwa Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan, Undang-undang Dasar 1945 sebagai basic law atau norma hukum tertinggi telah memuat pasal-pasal yang menjamin perlindungan.Tapi ironis sekali hal penjaminan kenyamanan dan ketentraman belum dirasakan oleh warga yang berada di wilayah sekitar aliran Sungai Ciwalen. Keseharian warga mau tidak mau harus menghirup udara bau limbah kulit dari aliran sungai Ciwalen, hal ini sudah berlangsung bertahun-tahun.

Wilayah yang terkena dampak dari aliran sungai Ciwalen yang berbau limbah kulit melewati pemukiman warga kampung Sukaregang, Panyingkiran (Kelurahan Kota Wetan), Kampung Sosial Sumbersari (Kelurahan Regol), Ciwalen Karamba (Kelurahan Ciwalen ) serta Kampung Bentar (Kelurahan Sukamentri), kawasan tersebut kesemuanya berada diwilayah Kecamatan Garut Kota.

Menurut pengakuan Bembeng dan Abang Tedi tokoh masyarakat Kampung Sosial Sumbersari RW 18, Kelurahan Regol, warga masyarakat yang berada di wilayah sekitar aliran sungai yang terkena dampak bukan tidak ada upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut, namun masyarakat sudah merasa jenuh dan bosan atas janji-janji Pemkab Garut maupun dari pengusaha kulit.

“Jangan salahkan kami kalau kami mengambil jalur hukum,” kata Bembeng, Jum’at (20/9/2019).

“Tadi Jum’at siang kami bersama tokoh masyarakat yang lain melaporkan pengaduan ke Polres Garut terkait hal tersebut sebab kami sudah berupaya baik secara persuasif, baik pada pemkab Garut maupun pada para pengusaha kulit tapi tidak ada hasil yang ada hanya janji-janji dan saling lempar, kata dinas ini bukan wewenang kami, dinas yang itu sama begitu jawabannya, makanya kami ambil langkah jalur hukum supaya jelas,” ungkapnya.

Masalah Limbah Kulit, Dua RW di Kelurahan Regol Lapor Polisi
Warga Masyarakat RW 18 dan 21, Kampung Sosial Sumbersari, Kelurahan Regol Saat Melakukan Pengaduan ke Polres Garut

Benbeng menjelaskan bahwa warga masyarakat tidak menuntut pabrik kulit harus ditutup, yang diinginkan warga masyarakat, limbah bekas pengolahan jangan dibuang ke sungai Ciwalen sebab itu sangat mengganggu kenyamanan dan ketentraman warga. Disampaikannya, pabrik yang finishing silahkan berada diwilayah aliran sungai Ciwalen sebab itu sudah lama keberadaannya, hanya untuk proses pengolahan kulit mentah silahkan berlokasi di tempat lain.

Masalah Limbah Kulit, Dua RW di Kelurahan Regol Lapor Polisi
Warga Masyarakat RW 18 dan 21, Kampung Sosial Sumbersari, Kelurahan Regol Saat Melakukan Pengaduan ke Polres Garut

“Kami sebagai warga negara Indonesia punya hak untuk hidup nyaman dan tentram, itu yang kami harapkan,” ungkapnya.

Masih menurut Bembeng, warga tidak menuntut yang lain-lain, apalagi menuntut pabrik kulit harus ditutup, namun pihaknya menginginkan hidup yang aman, nyaman dan tentram.

“Kami berharap ada upaya dan kerja nyata dari pihak pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan ini, agar baik untuk para pengusaha kulit dan baik juga buat masyarakat, win-win solution lah istilahnya jadi tidak ada yang dirugikan satu sama lain.” pungkas Bembeng dan Abang Tedi. **Tadz**

Tag
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker