web stats
Sosial, Seni dan Budaya

Secara Swadaya, Pemdes Situgede Rehab Rutilahu Milik Ahid

Untuk Rehab Rumah Ahid, Pemdes Situgede Menginisiasi Penggalangan Dana Secara Swadaya

RAKSAGARUTNEWS.COM – KARANGPAWITAN

Kondisi kediaman Ahid (70) warga Kampung Timbanghayu, Desa Situgede, Kecamatan Karangpawitan, Garut begitu memprihatinkan dan tidak layak huni, kondisi dinding yang terbuat dari anyaman bilik terlihat bolong, bagian atapnya bocor karena gentingnya sebagian sudah pada pecah, bahkan bagian belakang rumahnya sudah roboh.

Tak hanya itu, yang memprihatinkan lagi, Ia tinggal bersama seorang anaknya Deni (35) yang menderita gangguan mental. Berprofesi sebagai seorang kuli serabutan pengahasilannya pun tak menentu, bergantung kepada orang yang membutuhkan jasanya. Tatkala tak ada pekerjaan, ia harus menunggu belas kasihan  tetangganya, sekedar untuk kebutuhan makan sehari-hari.

Melihat kondisi warganya demikian, sebagai bagian wujud kepedulian dan perhatian terhadap masyarakat Kepala Desa (Kades) Situgede, Dedi Suryadi bersama ketua RT, RW dan tokoh masyarakat menginisiasi penggalangan dana secara swadaya untuk merehab rumah Ahid.

Secara Swadaya, Pemdes Situgede Rehab Rutilahu Milik Ahid
Kediaman Ahid Sedang Diperbaiki dari Dana Swadaya Masyarakat

“Alhamdullilah, dengan swadaya pada hari Jumat, rumah Ahid sedikitnya sudah mulai direhab, walaupun hanya menggunakan dana seadanya hasil dari swadaya,” tutur Kades Situgede, Dedi Suryadi di kediamannya, Sabtu (07/9)2019).

Mengenai persoalan Ahid tersebut, ujar Dedi, bahwa pihaknya (Pemerintah Desa Situgede) sudah beberapa kali mengajukan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut.

“Termasuk saat ini Pemdes Situgede telah mengajukan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat. Proposalnya sudah kami masukan ke Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Garut, namun pengajuan bantuan tersebut belum ada jawaban,” terangnya.

Tak hanya rumah Ahid, Dedi mengaku, saat ini di wilayah Desa Situgede terdapat puluhan unit rumah warga lainnya dengan kondisi tidak layak huni dan mengkhawatirkan.

Guna mengatasi permasalahan banyaknya rumah tidak layak huni di wilayahnya tersebut, pihaknya menggunakan skala prioritas yang sifatnya lebih urgen.

“Berhubung rumah Ahid memang kondisinya sangat parah, jadi kami dahulukan, terus terang untuk rumah masyarakat lainnya yang tidak layak huni, kami bingung anggaran dari mana untuk membangunnya masa harus swadaya masyarakat lagi,” ujarnya

Untuk Rutilahu, menurut Dedi, Pemerintah Desa Situgede sebenarnya sudah berencana menganggarkannya dari Dana Desa (DD), Namun hal tersebut tidak bisa dilaksanakan.

“Karena setelah berkonsultasi dengan Pendamping Desa, ternyata DD bukan peruntukannya untuk merehab Rutilahu,” katanya.

Dedi berharap, pemerintah segera memperhatikan, memprioritaskan dan memberikan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Disampaikan Dedi, ia merasa khawatir jika tidak segera ditangani, puluhan rumah tidak layak huni di wilayahnya akan roboh.

“Untuk itu, kami mohon kepada pemerintah, baik pemerintah kabupaten, provinsi hingga pusat untuk segera merealisasikan usulan kami, jangan sampai ada kejadian rumah roboh dan memakan korban jiwa,” pungkasnya. **Tadz**

Tag
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker