web stats
Pendidikan

Workshop Pembelajaran Berbasis HOTS bagi Guru Sekolah Dasar

Untuk Peningkatan Kompetensi Guru SD, PGRI Gelar Workshop Pembelajaran Berbasis HOTS

RAKSAGARUTNEWS.COM – BANYURESMI

Untuk meningkatkan kompetensi Guru Sekolah Dasar di Kabupaten Garut ,PGRI Cabang Banyuresmi, Garut gelar Workshop Pembelajaran Berbasis HOTS (Higher Order of Thinking Skill) bagi guru kelas sekolah dasar se-Kabupaten Garut selama 3 hari mulai dari hari ini 24 hingga 26 September 2019 bertempat di Aula PGRI Cabang Banyuresmi, Jalan KH. Hasan Arif, Banyuresmi, Garut.

Mengambil tema Peningkatan Kompetensi Guru Menuju Abad 21 dan Revolusi Industri 4.0, workshop tersebut secara resmi dibuka langsung oleh ketua PGRI Garut, H. Mahdar, Selasa (24/9/2019).

Ketua PGRI Cabang Banyuresmi, Ma’mun Gunawan menuturkan, workshop tersebut sangat bagus sekali diselenggarakan. Karena untuk menuju terciptanya manusia Indonesia yang produktif, kreatif dan inovatif, dapat terwujud melalui pelaksanaan pembelajaran yang dapat dilaksanakan di berbagai lingkup dengan menggunakan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Pembelajaran yang dapat diterapkan adalah pembelajaran dengan memberdayakan untuk berpikir tingkat tinggi (high order thinking).

Workshop Pembelajaran Berbasis HOTS bagi Guru Sekolah Dasar
Ketua PGRI Cabang Banyuresmi, Ma’mun Gunawan Saat Memberi Sambutan Pada Kegiatan Workshop Pembelajaran Bagi Guru SD Berbasis HOTS

“Kurikulum 2013 telah mengadopsi taksonomi Bloom yang direvisi oleh Anderson dimulai dari level mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Karena tuntutan Kurikulum 2013 harus sampai pada taraf mencipta, maka siswa harus terus menerus dilatih untuk menghasilkan sesuatu yang baru.” katanya.

Lebih lanjut Ma’mun menerangkan, Higher Order of Thinking Skill (HOTS) adalah kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Higher Order of Thinking Skill (HOTS) atau kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan suatu kemampuan berpikir yang tidak hanya membutuhkan kemampuan mengingat saja, namun membutuhkan kemampuan lain yang lebih tinggi, seperti kemampuan berpikir kreatif dan kritis.

Ma’mun menjelaskan, pemberian materi Sains disesuaikan dengan hakikatnya yaitu sebagai produk, proses, dan sikap ilmiah, sehingga diharapkan akan terbentuk juga sikap ilmiah pada siswa. Penerapan beberapa model pembelajaran seperti pembelajaran berbasis proyek (Project based learning), pembelajaran berbasis masalah (Problem based learning), belajar penemuan (Discovery/ inquiry) menjadi peluang bagi guru untuk menerapkan kegiatan pembelajaran pada level HOTS (Higher order thinking skill).

Workshop Pembelajaran Berbasis HOTS bagi Guru Sekolah Dasar
Ketua PGRI Cabang Banyuresmi Garut, Ma’mun Gunawan

“Pada prakteknya, penerapan pembelajaran HOTS bukan hal yang mudah dilaksanakan oleh guru. Disamping guru harus benar-benar menguasai materi dan strategi pembelajaran, guru pun dihadapkan pada tantangan dengan lingkungan dan intake siswa yang diajarnya”Berfokus pada pertanyaan Menganalisis / menilai argumen dan data Mendefinisikan,konsep Menentukan, kesimpulan menggunakan analisis, logis memproses dan menerapkan informasi menggunakan informasi untuk memecahkan masalah,” terangnya.

Diharapkan dengan adanya workshop, kata Ma’mun, Guru sebagai ujung tombak perubahan dapat mengubah pola pikir dan strategi pembelajaran yang pada awalnya berpusat pada guru (teacher centered) berubah menjadi berpusat pada siswa (student centered).

“Guru diharapkan lebih kreatif dan inovatif dalam menyajikan materi pelajaran,” pungkas Ma’mun Gunawan, ketua PGRI Cabang Banyuresmi. **Tadz**

Tag
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker