web stats
Aneka Peristiwa

Awal 2020, Kereta Api Jalur Cibatu – Garut Kembali Beroperasi

Dirut PT. KAI : Awal Tahun 2020, Kereta Api Cibatu - Garut Resmi Beroperasi

RAKSAGARUTNEWS.COM – GARUT

Naik kereta api … tut … tut … tut
Siapa hendak turut
Ke Bandung … Surabaya
Bolehlah naik dengan percuma
Ayo temanku lekas naik
Keretaku tak berhenti lama.

Begitulah sepenggal lirik lagu anak yang dinyanyikan anak-anak dan warga sekitar stasiun Wanaraja tatkala diperkenankan mencoba menaiki kereta inspeksi yang membawa rombongan Dirut (Direktur Utama) PT. KAI dalam kunjungan kerja ke Stasiun Wanaraja, Kabupaten Garut, Kamis (3/10/2019).

Setelah dinonaktifkan selama 36 tahun, warga sekitar stasiun Wanaraja begitu antusias menyambut kehadiran kereta api melintas kembali di wilayahnya.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Ato (55) warga Kampung Cikole, Desa Wanasari, Kecamatan Wanaraja. Ia menyampaikan, tidak pernah terbayangkan di benaknya bahwa jalur kereta api Cibatu-Garut yang sempat dinonaktifkan pada tahun 1983 tersebut akan direaktivasi. Disampaikannya, banyak sekali perubahan di Stasiun Wanaraja, progres reaktivasinya begitu cepat.

“Seperti mimpi, saya merasa senang sekali setelah bertahun-tahun jalur ini mati, akhirnya kereta api bisa melintas lagi disini. Saya ingat sekali disini beberapa bulan yang lalu masih dipenuhi pepohonan, sawah dan kolam ikan, namun sekarang, bisa dilihat sendiri stasiun Wanaraja berubah menjadi stasiun yang megah, mewah dan modern dan ini jelas berbeda sekali jika dibandingkan dengan dulu ketika stasiun ini masih aktif,” tutur Ato.

Awal 2020, Kereta Api Jalur Cibatu - Garut Kembali Beroperasi
Meski Belum Selesai Pembangunannya, Bangunan Baru Stasiun Wanaraja Tampak Mewah dan Modern

Jika nanti telah resmi beroperasi, Ato berkeyakinan, jalur kereta api Cibatu – Garut akan membawa dampak positif bagi perekonomian warga Garut sekaligus juga dapat meningkatkan kemajuan pariwisata di Kabupaten Garut.

“Seperti kita ketahui, Garut itu kaya akan potensi wisata, baik itu wisata alamnya, religinya, dan juga wisata kebudayaanya. Bahkan untuk sekitar Wanaraja saja, wisatawan dapat langsung berkunjung ke tempat wisata alam Talagabodas dan Situ Bagendit, dan untuk yang menyukai wisata religi, dari stasiun Wanaraja dapat berkunjung ke Makam Eyang Papak. Jelas ini menguntungkan bagi Garut,” imbuhnya.

Menurut Ato, ia dan warga lainnya berharap jalur kereta api Cibatu – Garut secepatnya bisa diresmikan dan bisa beroperasi melayani penumpang agar memudahkan mobilitas warga, baik itu dari Garut, maupun dari luar yang akan menuju Garut.

Merespon harapan warga Garut tersebut, Dirut PT. KAI, Edi Sukmoro memastikan, pada awal tahun 2020 warga Garut dapat menikmati layanan transportasi kereta api.

Pasalnya menurut Edi, progres pembangunan kembali jalur Cibatu – Garut sudah berlangsung separuh jalan. Dikatakan Edi, untuk saat ini pekerjaan sudah sampai ke Wanaraja sejauh 9 Km dan sudah diuji coba menggunakan lokomotif khsusus untuk penumpang, kemudian untuk tahap selanjutnya dari Wanaraja menuju Garut.

“Kita berharap akhir tahun nanti, ini sudah mencapai Garut, nanti mulai awal tahun 2020 sudah bisa dijalankan untuk masyarakat,” kata Edi di Stasiun Wanaraja, Kabupaten Garut.

Ketika dikonfirmasi mengenai armada, jurusan, serta tarif kereta yang akan dijalankan untuk melayani penumpang masyarakat Garut, kata Edi, untuk saat ini belum disusun karena pihaknya mempercepat penyelesaiannya terlebih dahulu.

Awal 2020, Kereta Api Jalur Cibatu - Garut Kembali Beroperasi
Dirut PT. KAI, Edi Sukmoro

“Prinsipnya nanti akan ada kelas ekonomi, karena memang diperuntukkan untuk mengangkut penumpang dulu, kalau kemudian memang dibutuhkan nanti ada eksekutifnya,” terang Edi.

Menurut catatan, jalur kereta api Cibatu – Garut merupakan jalur bersejarah perkeretaapian di Indonesia, tercatat beberapa pesohor dunia sempat menaiki kereta di jalur ini, seperti Charlie Chaplin dan Pablo Neruda, bahkan tercatat pula Perdana Menteri Perancis, Georges Clemenceau pernah menaiki kereta untuk berkunjung ke Garut yang kala itu mendapat julukan “Swiss Van Java”.

Jalur ini pertama kali dioperasikan tahun 1889 oleh perusahaan kereta api Belanda Staatsspoorwegen, menyusul jalur Garut – Cikajang dioperasikan pada tahun 1930. Sempat terhenti beroperasi di tahun 1983, jalur kereta ini dalam waktu dekat akan segera dinikmati kembali oleh warga Garut. **Desmond**

Tag
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker