web stats
Sosial, Seni dan Budaya

Bakornas GMDM Peduli akan Nasib Anak Bangsa

Peduli akan Nasib Anak Bangsa, Bakornas GMDM Miliki Berbagai Program Sosial bagi Masyarakat

RAKSAGARUTNEWS.COM – GARUT

Bakornas GMDM adalah singkatan dari Badan Koordinasi Nasional Gerakan Mencegah Daripada Mengobati. Bakornas GMDM dibentuk pada bulan Mei 2008 dan disahkan oleh notaris pada tanggal 2 Juli 2008. Seiring dengan perkembangan yang ada, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, pada tanggal 23 Juni 2016, Bakornas GMDM berubah kepanjangan namanya menjadi “Garda Mencegah dan Mengobati”.

Bakornas GMDM lahir dari rasa kepedulian anak bangsa yang terdiri atas lintas agama, suku, profesi atas dasar tanggung jawab sebagai generasi muda Indonesia, terhadap penyakit masyarakat yang semakin mengancam kehidupan Generasi Bangsa. Adapun program Bakornas GMDM, adalah membantu pemerintah dan masyarakat dalam mencegah jatuhnya jumlah korban akibat Narkoba, HIV-AIDS, Seks bebas, Aborsi, Premanisme dan mengantisipasi ketertinggalan pendidikan.

Ketua Bakornas GMDM Garut, Hilmi Noor Ihsan, S.E menyatakan bahwa pihaknya bersedia berjuang bersama untuk menuntaskan masalah narkoba, HIV-Aids dan penyakit masyarakat lainnya. Hal tersebut menurutnya, sebagai bentuk rasa kepedulian dalam mewujudkan masyarakat yang Bersih Narkoba, HIV-Aids, Seks bebas, Aborsi, Premanisme dan Ketertinggalan pendidikan. Masih kata Hilmi, kita harus bersepakat bahwa semua masalah ini adalah tanggung jawab bersama tanpa memandang agama, suku dan bangsa.

“Dimana terbentuknya Bakornas GMDM memiliki tujuan untuk menyatukan seluruh anak bangsa khususnya pemuda-pemudi untuk bersatu padu dan berjuang bersama dalam satu visi dan misi secara edukatif, profesional, inisiatif, mandiri, menjadi garda terdepan dan menentukan dalam memajukan kemaslahatan Bangsa dan Negara,” kata Hilmi kepada Raksa Garut News saat acara penyuluhan dan pembagian susu pada masyarakat Desa Cipangramatan, Cikajang Garut, Senin (30/9/2019). “Memiliki keinginan yang kuat agar bangsa Indonesia terbebas dari keterpurukan, ketidakadilan dan kemiskinan, mendambakan sebuah paradigma baru dalam tatanan kehidupan bermasyarakat,” imbuhnya.

Oeh karena itu, menurutnya, setiap anak-anak bangsa memiliki peluang yang sama untuk membentuk karakter dan jati diri, agar setiap tunas bangsa dapat terbebas dari bahaya ancaman Narkoba, HIV-Aids, seks bebas, aborsi, premanisme dan ketertinggalan pendidikan, berjuang dalam satu barisan sehati menuju Indonesia Bersinar.

Bakornas GMDM Peduli akan Nasib Anak Bangsa
Ketua Bakornas GMDM Garut, Hilmi Noor Ihsan

Secara pandangan umum, Hilmi menjelaskan, kasus penyalahgunaan narkotika di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, bahkan kini mulai menyasar ke kalangan generasi muda millenial berumur antara 15 hingga 35 tahun. Lebih ironis lagi, Indonesia hingga saat ini masih menjadi salah satu negara sasaran peredaran narkotika bahkan para sindikat dan bandar sudah bisa memproduksi narkotika di negara ini.

“Besarnya angka generasi millenial sebagai penyalahguna narkotika perlu ditangani secara khusus, mengingat generasi millenial merupakan generasi yang sangat menentukan arah pembangunan bangsa. Generasi millenial itu potensial menjadi penyalahguna narkoba. Indonesia saat ini salah satu pasar yang paling besar, bukan hanya untuk Asean tapi juga Asia.”terangnya.

Penyalahgunaan narkotika di Indonesia menjadi masalah serius bukan karena jumlah kasus meningkat tetapi, generasi muda atau milenial paling rentan menjadi penyalahguna narkoba. Karena itu, kata Hilmi ini menjadi salah satu fokus pihaknya dan perlu ditangani secara khusus karena merupakan kelompok yang bakal memimpin bangsa. Faktor ketidakpedulian masyarakat terhadap bahaya narkoba jadi satu kendala dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba di Indonesia.

Hilmi menerangkan, meski baru 6 bulan hadir di Kabupaten Garut, namun kegiatan Bakornas IPWL GMDM seperti program “Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) serta mencanangkan “Program Anak Indonesia Sehat Gemar Minum Susu” sudah dilaksanakan di 9 Kecamatan di Kabupaten Garut.

“Seperti saat ini kami melakukan penyuluhan pada warga masyarakat Desa Cipangramatan, Kecamatan Cikajang terkait bahaya narkoba dan memberikan minuman sehat yaitu susu pada anak-anak. “ucapnya.

Diakhir, Ketua Bakornas GMDM Garut, Hilmi berharap, kehadiran GMDM di Garut bisa turut memberikan warna, sehingga dapat ikut berperan serta memajukan dan mensejahterakan warga masyarakat Garut.

“Harapan GMDM Kedepannya mampu menjembatani segala permasalahan-permasalahan masyarakat umum dan tidak hanya dalam persoalan narkoba saja tapi keseluruhan,” pungkasnya. **Tadz**

Tag
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker