web stats
Raksa BerbagiSosok

Kisah Wini, Bocah Penjual Cimol Ingin Hajikan Orang Tuanya

Berkeinginan Bahagiakan Orang Tuanya, Wini Kecil Keliling Kampung Berjualan Cimol

RAKSAGARUTNEWS.COM

Raut wajahnya masih polos, tanpa sungkan dan rasa malu mendekati setiap orang, tak henti-hentinya merayu agar orang tertarik untuk membeli dagangannya.

“Cimol… cimol… Barade cimol, enak pisan cimolna… cimol,” begitulah teriakan Wini Juliani (12) disela aktivitasnya berjualan Cimol, jajanan khas Sunda berbahan dasar tepung kanji.

Mendengar teriakan murid Kelas 6 Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Mekargalih, Kecamatan Tarogong Kidul itu, sejumlah orang-pun mendekati untuk membeli jajanan yang dijajakan Wini.

Dengan cepat, Ia melayani penuh ramah, kantong plastik bening yang ia bawa diraihnya, dengan cekatan mengisi Cimol yang dipesan, lantaran beberapa pembeli antri menunggu.

Di sela-sela kesibukannya melayani pembeli, Wini masih sempat meluangkan waktu berceritera aktivitas kesehariannya setelah pulang dari sekolah.

“Saya setiap hari berjualan cimol, kalau pagi saya berjualan di sekolah, sore harinya keliling kampung untuk berjualan lagi. Sejak kelas 2 SD saya sudah berjualan,” tuturnya.

Gadis cilik anak ketiga pasangan Ode dan Leni warga Kampung Ciocong RT 01/05 Desa Mekargalih, Tarogong Kidul, Garut ini kembali berucap, tak ada rasa keterpaksaan ataupun dipaksa untuk berjualan Cimol.

Ia mengaku, tak pernah malu di hadapan teman-teman sebayanya. Rutinitas berjualan itu, ia lakukan atas inisiatifnya sendiri membantu orangtua, ia menyadari orangtuanya hanyalah seorang kuli serabutan. Lagi pula, apa yang ia kerjakan tak mengganggu dan mengenyampingkan pendidikan yang tengah dijalaninya.

“Ibu saya yang membuat cimol dan saya yang menjualnya, saya ingin membahagiakan orangtua, mumpung mereka masih pada hidup, kalau sudah tiada, apa yang akan kita berikan untuk membahagiakan orangtua,” ungkapnya.

Sungguh mulia niat yang tertanam pada dirinya, “Saya ingin menjadi anak yang berbakti,” itulah tujuan utama ia membantu ibu bapaknya. Namun tak hanya itu, Wini yang bercita-cita menjadi seorang pengusaha mempunyai sebuah mimpi besar, ia berkeinginan suatu saat nanti bisa menghajikan kedua orangtuanya.

“Saya ingin sekali jadi pengusaha besar, saya ingin sekali membahagiakan, kedua orang tua dengan menghajikannya ke tanah suci mekah,” ucapnya.

Tentunya, niat tulus Wini ini patut dibanggakan. Dia merelakan masa kecilnya untuk bekerja daripada bermain. Tidak mengesampingkan pendidikan sebagai salah satu yang utama. **Tadz/Red**

Tag
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker