web stats
Informasi

Makna Hari Kesaktian Pancasila Menurut H. Delit Suparman

Ketua MPC PP Garut, H. Delit : Kita Harus Tahu Makna Hari Kesaktian Pancasila

RAKSAGARUTNEWS.COM – GARUT

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila adalah bukti sejarah bahwa bangsa ini bisa bertumbuh menjadi bangsa yang besar besar ketika mampu menggerakan seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan memaknai Pancasila sebagai Ideologi pemersatu bangsa, hal tersebut disampaikan Ketua MPC Pemuda Pancasila Garut, H. Delit Suparman pada Raksa Garut News setelah menghadiri upacara memperingati Hari Kesaktiaan Pancasila di Lapangan Setda, Jalan Pembangunan, Tarogong Kidul, Garut, Selasa (1/10/2019).

Peringatan hari kesaktian Pancasila menurut H. Delit, pada dasarnya untuk memperkokoh peran Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa. Sebagai dasar negara, Pancasila memiliki peran strategis sebagai fondasi dasar sebuah negara. Selain itu, dia mengatakan bahwa Pancasila memiliki makna sebagai pedoman dasar untuk mengatur penyelenggaraan ketatanegaraan yang meliputi bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya serta pertahanan dan keamanan.

“Di tengah terpaan pengaruh kekuatan global, kita seharusnya menguatkan dan melengkapi diri agar tidak terjerembab di dalam lika-liku zaman. Salah satunya adalah dengan menggali kembali nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Era globalisasi dan modernisasi merupakan konsekuensi yang harus diterima oleh semua bangsa di dunia, termasuk Indonesia. Disadari atau tidak katanya hal tersebut akan berdampak dalam kehidupan bangsa dan negara,” tuturnya.

Makna Hari Kesaktian Pancasila Menurut H. Delit Suparman
Ketua MPC Pemuda Pancasila Garut, H. Delit Suparman

Bagi sebagian masyarakat yang memiliki tingkat kedewasaan tinggi, H. Delit menyampaikan, globalisasi akan menjadikan mereka lebih kuat rasa nasionalisme dan patriotismenya. Bahkan, walaupun mereka harus belajar dan bekerja di luar negeri, mereka tetap memegang teguh Pancasila sebagai ideologi bangsa. Disamping karena minimnya pemahaman mereka tentang ideologi Pancasila, juga karena pengaruh ideologi lain yang memaksa mereka kurang memiliki kebanggaan terhadap bangsa dan negara.

Oleh karena itu, dia berpesan, peringatan hari kesaktian Pancasila bisa dijadikan kebangkitan bagi kita semua untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme yang cenderung mulai luntur.

“Nilai-nilai itulah yang kemudian kita maknai sebagai ghiroh untuk membangun kembali jati diri bangsa. Bangsa ini bisa berdiri tegak, hanya jika mau kembali menghidupkan dan sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila. Pancasila adalah dasar negara dan menjadi sumber hukum yang mengatur masyarakat Indonesia, termasuk kehidupan berpolitik. Karena itu, partai politik sebagai salah satu infrastruktur politik dan segala sesuatu yang hadir dan lahir di negara ini, harus tunduk pada Pancasila,” tegasnya.

Fakta sejarah yang hingga saat ini masih diperdebatkan mengenai peristiwa G30S/PKI, menurut dia hendaknya tidak mengubah rasa memiliki kita terhadap Pancasila yang sudah jelas-jelas berperan sebagai simbol pemersatu bangsa.

“Berbagai peristiwa yang pernah terjadi semenjak Proklamasi 17 Agustus 1945 hingga saat ini, pada akhirnya tidak menggoyahkan Pancasila sebagai dasar negara,” terangnya. **Tadz**

Tag
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker