web stats
Opini Redaksi

Peran Serta Pemuda dalam Perjalanan Bangsa Indonesia

Peran Penting Pemuda dalam Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia

RAKSAGARUTNEWS.COM

Dalam kemajuan peradaban sebuah bangsa, pemuda memiliki peranan sangat penting, tak terkecuali bangsa Indonesia. Tercatat dalam tinta sejarah, perjalanan bangsa Indonesia tak bisa terlepas dari peran besar pemuda, mulai dari pra kemerdekaan, pasca kemerdekaan hingga sekarang. Mereka berjuang dengan penuh semangat dan pantang menyerah untuk mempersembahkan yang terbaik bagi bangsa.

Tak bisa disanggah, atas peran pemudalah kemerdekaan bangsa Indonesia dapat dicapai dan dipertahankan hingga sekarang, beberapa tokoh pejuang seperti Martha Christina Tiahahu, RA. Kartini, Robert Wolter Monginsidi, Dr. Soetomo, Mohammad Yamin, Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Supriyadi, Jenderal Soedirman, Bung Tomo serta yang lainya mengabdikan diri mereka bagi bangsa Indonesia.

Seperti tak mau ketinggalan, di era milenial saat ini tokoh muda-pun mampu menorehkan berbagai prestasi gemilang bagi bangsa Indonesia, tentunya dengan bidangnya masing-masing. Bahkan, yang saat ini tengah santer diperbincangkan publik adalah keberhasilan Nadiem Makarim, di usianya yang baru menginjak 34 tahun, tokoh muda Indonesia di era digital ini berhasil menjabat pucuk pimpinan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sebuah kementerian yang dirasa menjadi bagian terpenting dalam kemajuan bangsa Indonesia.

Tak dipungkiri, pro kontra mewarnai pengangkatan dirinya sebagai Mendikbud, pasalnya Nadiem tak memiliki latar belakang dunia pendidikan. Sebagaimana diketahui, ia dikenal sebagai seorang pebisnis muda yang merupakan CEO PT GO-JEK Indonesia, satu-satunya perusahaan asal Asia Tenggara yang masuk daftar 56 perusahaan yang mengubah dunia (Change the World) rilisan Fortune dan berhasil bertengger di peringkat ke-17. Meski begitu, sebuah harapan besar bangsa Indonesia harus dipikulnya, berharap dengan semangat mudanya mampu mendorong dunia pendidikan Indonesia ke arah yang lebih baik dan maju, serta menciptakan SDM-SDM yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, sebagaimana tersebut dalam tujuan pendidikan nasional.

Berbicara mengenai perjalanan bangsa Indonesia dari masa ke masa, para pemuda mampu menjadi Agent of Change (Agen Perubahan) di Indonesia yang bersifat politis pada masanya. Sebut saja Budi Utomo, sebuah organisasi pemuda yang di dirikan oleh Dr. Soetomo bersama para mahasiswa stovia. Terbentuknya Budi Utomo menjadi titik awal gerakan pemuda di Indonesia, tujuan utama pergerakan ini adalah untuk berjuang mewujudkan kemerdekaan. Dibentuk 20 Mei 1908, organisasi Budi Utomo dipercaya menjadi pelopor lahirnya organisasi-organisai pergerakan yang ada hingga saat ini, dan momentum terbentuknya Budi Utomo ini kita peringati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Kongres Pemuda II yang berakhir 28 Oktober 1928 juga merupakan momen bersejarah peran penting kaum muda bagi Indonesia, dengan semangat satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa mereka berhasil menyingkirkan sekat-sekat pemisah bangsa dalam perjuangan. Perlahan namun pasti, perbedaan golongan dan etnis berhasil mereka persatukan dalam bingkai Indonesia. Selain ikrar “Sumpah Pemuda”, dalam kongres tersebut lagu Indonesia Raya diperdengarkan untuk pertama kalinya melalui gesekan biola penciptanya, Wage Roedolf Soepratman, yang mana kelak lagu tersebut menjadi lagu Kebangsaan Indonesia.

Sesaat menjelang kemerdekaan Indonesia, lagi-lagi pemuda menjadi penentu perubahan bangsa, angkatan muda yang dipelopori oleh Chaerul Saleh dan Soekarni menculik Soekarno Hatta dan membawanya ke Rengasdengklok dengan tujuan mendesak mereka untuk secepatnya memproklamasikan kemerdekaan, hingga akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1945 proklamasi kemerdekaan Indonesia berhasil dikumandangkan Soekarno-Hatta.

Pasca kemerdekaan, di era-era peralihan kepemimpinan nasional, baik itu dari orde lama ke orde baru, maupun orde baru ke era reformasi, pemuda kembali menjadi kekuatan utama dalam perubahan. Di era keduanya, Gerakan pemuda dan kemahasiswaan menyampaikan berbagai tuntutan-tuntutan, seperti Tritura dan Tuntutan Reformasi.

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.” Ir. Soekarno.

Selamat Hari Sumpah Pemuda 2019. **Red**

Tag
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker