web stats
Pendidikan

Inagurasi dan Kuliah Umum PTK PAUD se-Kabupaten Garut

Ketua Himpaudi Banyuresmi, Sri Wahyuni : Guru Paud Jangan Dipandang Sebelah Mata

RAKSAGARUTNEWS.COM – GARUT

Untuk menuju guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang profesional, Himpaudi Kabupaten Garut menggelar Inagurasi dan Kuliah Umum bagi semua guru Paud se-Kabupaten Garut dengan mengambil tema “PTK Kabupaten Garut Turut Membangun Garut” yang berlangsung di Aula Serbaguna Banyoe Sinergi Mandala, Jalan Sudirman Copong, Kelurahan Sukamentri, Garut Kota, Selasa (24/12/2019).

Hadir pula Anggota DPR RI Fraksi Golkar, H. Ferdiansyah, perwakilan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan RI Agus Rahman dan Suyatno, Bupati Garut, H. Rudy Gunawan, Kepala Dinas Pendidikan Garut, Totong beserta jajarannya, Camat Garut Kota, Bambang Hafidz dan para Kepala PAUD se-Kabupaten Garut.

Kepala Paud Lestari Perum Sukasenang Banyuresmi sekaligus ketua panitia kegiatan, Sri Wahyuni mengatakan, PTK PAUD adalah guru-guru Paud yang telah berhasil menempuh diklat jenjang pendidikan tingkat dasar, lanjutan dan mahir.

“Guru-guru PAUD harus memegang 3 serifikat berjenjang, baru diakui sebagai guru Paud meskipun belum S1,” katanya. “Sesuai dengan Undang-undang yang berlaku, sehingga guru PAUD sah sebagai guru PAUD sesungguhnya yang disebut guru pendamping muda,” imbuhnya.

Inagurasi dan Kuliah Umum PTK PAUD se-Kabupaten Garut

Menurut Sri Wahyuni yang juga Ketua Himpaudi Banyuresmi, maksud dan tujuan diadakan Inagurasi ini untuk memberikan apresiasi atau penghargaan bagi guru PAUD yang disaksikan langsung oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, DPR-RI, Bupati dan Disdik Garut.

“Ini untuk menunjukan bahwa Guru PAUD berpotensi, sehingga layak untuk diakui sesuai dengan tema pada kegiatan ini yaitu “PTK Kabupaten Garut Turut Membangun Garut”, yang selama ini keberadaan kami (Guru PAUD) kurang diperhitungkan dan dipandang sebelah mata,” ungkapnya

Masih menurut Sri, pada tahun 2020 guru-guru PAUD semua akan mengantongi 3 pendidikan berjenjang sertifikat. “Sebenarnya guru-guru Paud ingin menempuh pendidikan S1 berhubung dikarenakan kendala finansial, jadi kami Himpaudi bergerak mencari solusi bagi guru-guru yang tidak bisa kuliah dengan mengadakan diklat pendidikan berjenjang yang disahkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” ujarnya.

Diakhir Sri Wahyuni berharap, ada bentuk perhatian khusus dari pihak pemerintah. Setidaknya, kata dia, kesejahteraan guru-guru PAUD mohon untuk diperhatikan.

“Di satu sisi kami dituntut harus menempuh pendidikan S1, namun di sisi lain hak kesejahteraan kami tidak diperhatikan,” pungkasnya. **Tadz**

Tag
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker