web stats
EkonomiPariwisata

Pasar Ceplak, Kawasan Jajan Kuliner Legendaris di Kota Garut

Pesona Pasar Ceplak, Bermula dari Santapan Oyek Hingga jadi Ikon Wisata Kuliner Garut

RAKSAGARUTNEWS.COM – GARUT

Keberadaan tempat wisata kuliner di Kabupaten Garut akhir-akhir ini semakin menjamur, hal ini tentunya seiring dengan semakin bermunculannya berbagai cafe dan resto yang menawarkan sajian dan konsep tempat yang berbau kekinian. Namun, hal itu tak lantas membuat redup pesona sebuah tempat wisata kuliner terpadu yang terletak persis di kawasan pusat kota Garut.

Tempat wisata kuliner yang telah berusia puluhan tahun ini beroperasi petang hingga tengah malam. Setiap harinya kawasan ini selalu ramai disesaki pengunjung yang hendak memanjakan lidahnya dengan aneka ragam santapan, mulai dari yang ringan hingga makanan berat. Bagi warga Garut sudah barang tentu tidak asing lagi dengan kawasan ini, mereka menyebut “Pasar Ceplak“.

Wisatawan yang berkunjung ke Garut, tak ada salahnya mencoba berkunjung ke Pasar Ceplak. Disana, puluhan pedagang menjajakan berbagai jenis makanan khas Sunda hingga khas daerah lain. Beragam makanan khas sunda yang dijual di antaranya, kue putu, onde-onde, odading, kelepon, getuk, awug, putu mayang, carabika, serta aneka kue basah lainnya. Tak hanya itu, disana dapat didapati pula martabak manis dan asin, ayam goreng dan bakar, nasi goreng, mie goreng dan berbagai makanan berat lainnya.

Meski jauh dari kata konsep kekinian, Pasar Ceplak yang berjarak hanya 250 meter dari Alun-alun Garut, tepatnya berlokasi di Jalan Siliwangi ini tetap bertahan tak lekang oleh waktu. Pemerhati sejarah dan budaya Garut, Sutisna menyebut, Pasar Ceplak telah berusia puluhan tahun, berdiri sekitar tahun 70-an. Meski sempat berganti-ganti tempat akibat kebijakan politik, tutur Tisna, keberadaannya tetap bertahan hingga sekarang.

“Sempat juga berpindah-pindah tempat, antara lain di Jalan Mandalagiri, Jalan Pramuka, dan Islamic Centre,” terangnya.

Awal mula keberadaan pasar ceplak, menurutnya tidak lepas dari upaya Bupati Garut, Gahara Widjajasoerja untuk mendorong perekonomian rakyat. Agar tidak berdagang di sembarangan tempat, Bupati Gahara menyediakan tempat pasar malam untuk pedagang makanan di Garut. Pedagang makanan tersebut, ditempatkan di ruas Jalan Siliwangi, antara Jalan Ciledug dan Jalan Cikuray.

Baca Juga : Tak Tergerus Zaman, Sejak 1971 Adar Bertahan Jajakan Kuliner Sunda Bandros Manis

Perihal penamaan Ceplak, Tisna sedikit banyak berbicara mengenai asal usulnya, dia menuturkan, hal ini dilatarbelakangi dari keprihatinan warga Garut pada awal tahun 70-an.

Diceritakannya, kala itu terjadi musim kemarau yang sangat panjang, sehingga bahan pangan berupa beras sulit didapatkan. Tak lagi makan nasi, keadaan tersebut mengakibatkan banyak masyarakat beralih mengkonsumsi Oyek yang dicampur dengan Singkong.

Menurutnya, saat itu mereka menikmati menu oyek hingga ceplak. Istilah ceplak sendiri diambil dari bahasa Sunda “nyeplak” yang mengandung makna makan sambil mulut terbuka dan bersuara.

“Nikmatna makan oyek campur sampeu bari ceplak (Nikmatnya makan oyek campur singkong sambil ceplak) jadi kacapangan, terkenal sabiwir hiji (Viral) saat itu,” ucapnya.

Berawal dari situlah nama “ceplak” digunakan untuk memberi identitas pasar yang tampak sepi pada siang harinya dan digunakan untuk jalan umum, namun mendadak ramai saat petang hingga jelang tengah malam.

Berdasarkan cerita Bapaknya, Tisna kembali menuturkan, untuk pertama kali di Pasar Ceplak hanya ada penjual mie bihun goreng, Mang Oyo. Uniknya, Alih-alih menggunakan kompor, Mang Oyo memasak mie bihun gorengnya menggunakan “Anglo” (Tungku dengan fungsi seperti kompor yang terbuat dari tanah liat), arangnya berasal dari Gunung Cikuray

Dahulu, Pasar Ceplak kerapkali dijadikan tempat jajan makanan warga Garut sepulang dari menonton di bioskop Odeon dan melihat pertunjukan sandiwara sunda. “Dahulu, makanan yang terkenal disana, goreng ayam kabita, dorokdok, dan putu,” ujar Tisna.

Seiring perubahan zaman, makanan yang dijajakan pedagang disana terus mengalami perkembangan dan semakin bervariatif. Soal harga, makanan di Pasar Ceplak terbilang murah, tak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk menikmati aneka sajian kuliner yang menggugah selera di Pasar Ceplak. **Desmond**

Tag
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker