web stats
Sosial, Seni dan Budaya

Program PHBM, BPBN dan LMDH Rancang Bangun Hutan Talagabodas

BPBN Rancang Bangun Kelestarian Hutan Talagabodas Bersama LMDH dalam Program PHBM

RAKSAGARUTNEWS.COM – GARUT

Jajaran BPBN (Barisan Patriot Bela Negara) DPW 2 Garut mengadakan pertemuan dengan pihak Perhutani Resort Wanaraja, LMDH, KTH dan unsur Muspika serta para tokoh Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan dalam rangka rancang bangun kelestarian hutan Talagabodas sektor 37, Minggu (1/12/2019).

Ketua BPBN DPW 2 Garut, Apen Supriady mengatakan, pertemuan BPBN dengan Perhutani Resort Wanaraja, LMDH, dan KTH hari ini merupakan pertemuan yang ketiga kalinya.

“Pertemuan hari ini kami membahas tentang rancang bangun kelestarian kawasan hutan Talagabodas, mesti seperti apa aplikasinya nanti,” katanya.

Menurut Apen, segala sesuatu harus dirembugkan terlebih dahulu, supaya tidak ada salah satu pihak yang merasa dirugikan, meskipun niatan itu baik.

Apen mengaku, pihaknya (BPBN-red) prihatin melihat kondisi alam di wilayah Talagabodas, gundul dan beralih fungsi, namun disisi lainnya pun, harus memperhatikan perekonomian masyarakat yang ada di wilayah tersebut, sebab mata pencaharian mereka untuk memenuhi kebutuhan keluarganya bersumber dari hutan.

“Makanya pada hari ini kami rembug bersama rancang bangun seperti apa, agar pelestarian hutan tercapai, nilai ekonomisnya buat masyarakat juga ada,” ucapnya. Kalau kata istilah, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui,” imbuhnya.

Sementara itu pihak LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) menyambut antusias atas bentuk kepedulian BPBN terhadap kelestarian alam Talagabodas, hal ini sebagaimana disampaikan Ketua LMDH, Ustadz Ubad.

“Kami mempunyai anggota 140 orang terbagi terdiri dari 5 KTH (Kelompok Tani Hutan), kami atas nama pribadi dan mereka menyambut baik program BPBN untuk kelestarian alam Talagabodas,” katanya.

Ubad berpesan pada BPBN, dalam rancang bangun untuk kelestarian alam Talagabodas supaya diperhatikan juga nasib masyarakat setempat.

“Bukan saja nilai kelestarian alam, ekologi dan ekositem tapi nilai ekonomisnya juga bagi masyarakat penggarapnya mohon diperhatikan, sebab mereka mencari nafkah di sini (hutan-red),” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Diki Y dari PHBM ( Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat) yang mewakili pemangku RPH Perhutani Resort Wanaraja. Dia mengatakan, agar dalam rancang bangun bukan saja nilai ekosistem dan nilai ekonomis bagi masyarakat, namun harus diperhatikan juga manajemen pengelolaannya bersama masyarakat, dipertimbangkan dan diperhatikan supaya jelas.

“Kami sama dengan pihak LMDH menyambut baik atas kepedulian pihak BPBN dalam menjaga kelestarian alam Talagabodas wilayah 37, petugas kehutanan dan masyarakat didalam pengelolaan menjaga dan pelestarian hutan terbatas tenaganya, Alhamdulillah sekarang ada yang ikut peduli akan kelestarian hutan yaitu BPBN. Tapi kami mohon perhatikan juga manajemen pengelolaannya bersama masyarakat supaya jelas dan terarah, jangan ada salah satu pihak yang merasa dirugikan,” ujarnya.

Sementara itu dari pihak Muspika, Koramil 1103/Wanaraja yang diwakili Babinsa Desa Sukahurip, Pelda Surani menyambut baik juga atas program BPBN, hanya pihaknya berpesan jika setiap ada bentuk kegiatan agar melapor terlebih dahulu.

“Kami juga sama dengan LMDH dan PHBM menyambut baik program BPBN untuk melestarikan Hutan ini, hanya untuk kedepannya kami mohon ada koordinasi terlebih dahulu dengan pihak kami, apalagi ini kegiatan menyangkut khalayak dan dengan koordinasi terlebih dahulu itu akan terjalin ikatan sinergitas antara pihak Koramil dengan pihak BPBN. Semoga apa yang direncanakan untuk melestarikan alam bisa terlaksana dengan lancar,” katanya. **Tadz**

Tag
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker