web stats
Pariwisata

Batu Haji Potensi Unik Wisata Alam

Asper Cibatu Siap Dukung Potensi Wisata Batu Haji Kecamatan Sukawening

RAKSAGARUTNEWS.COM – SUKAWENING

Pada bagian wilayah kerja administrasi Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Garut dengan mayoritasnya hutan lindung, ternyata memiliki potensi alam yang potensial untuk dijadikan tempat wisata alam, diantaranya keunikan Batu Haji di wilayah pengelolaan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Cibatu Kabupaten Garut.

Sementara ini orang yang mengetahui secara langsung keberadaan dan keunikan Batu Haji hanya sebatas para pemburu babi hutan, dan sejumlah masyarakat di sekitar kaki gunung hutan lindung Lebakserang, serta orang-orang tertentu yang penasaran sengaja ingin melihatnya.

Keberadaan Batu Haji itu posisinya terletak di puncak Gunung Lebakserang Desa Sukaluyu Kecamatan Sukawening, petak 12 Blok Gunung Sadakeling wilayah pengelolaan BKPH Cibatu Kabupaten Garut.

Sayangnya hingga saat ini mengenai keunikan Batu Haji hanya sedikit masyarakat yang mengetahuinya. Soalnya tempat batu tersebut posisinya berada di puncak hutan lindung Lebakserang. Otomatis apabila kita hendak melihatnya harus ditempuh secara berjalan kaki selama ± 3 jam dengan melintasi liku-liku jalan menanjak sejauh ± 4 km.

Batu Haji Potensi Unik Wisata Alam
Panorama alam dilihat dari puncak hutan lindung Lebakserang

Kendatipun keberadaan Batu Haji itu di puncak Gunung Lebakserang, namun bagi orang yang penasaran ingin melihatnya dari kedekatan,  pasti akan memaksakan diri menuju ke tempat tersebut. Pasalnya di sana ada 4 wujud fisik Batu Haji yang unik masih diselimuti misteri.

Adapun keempat wujud fisik Batu Haji tersebut, yaitu satu wujud fisik batu berukuran besar berdiri di atasnya ada seperti peci, dan tiga wujud fisik batu berupa supa (jamur) dengan ukuran tingginya sebesar batu fondasi rumah panggung adat Sunda.

Maka dari itu, bila puncak Gunung Lebakserang diberdayakan menjadi tempat wisata, maka Batu Haji akan  menjadi tontonan yang unik dan menarik bagi para wisatawan.

Batu Haji Potensi Unik Wisata Alam
Yaya Sunarya Asisten Perhutani (Asper) Cibatu

Terkait dengan potensi Batu Haji yang unik masih diselimuti misteri sebagai daya tarik pengembangan wisata alam, Asisten Perhutani (Asper) Cibatu, Yaya Sunarya  mengatakan, Hutan untuk pengembangan wisata, bagaimana kreativitas masyarakat bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Jadi, kata Yaya, sekiranya di lahan Perhutani ada potensi yang bisa dikembangkan menjadi tempat wisata, dan aset sudah ada, tinggal penguatan kelembagaannya Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), diantaranya mengenai tertib administrasinya, serta fakta dilapangan. Selanjutnya, barulah kita merintis apa yang diajukan oleh masyarakat bersama LMDH. “Intinya harus ada inisiatif dari masyarakat,” ucapnya.

Dikatakannya, apabila masyarakat memiliki keinginan, serta sarana dan prasarananya telah tersedia untuk mengembangkan tempat wisata yang ada di kawasan Perhutani, Terutama harus ada sarana jalan dulu. Kalau memang sarana jalannya telah memadai menuju ke lokasi wisata yang akan dikembangkan menjadi tempat parawisata, seperti awal perintisan Aerosport Haruman Jingga.

Menurutnya, semua tempat-tempat wisata yang ada di kawasan Perhutani, awalnya diajukan oleh LMDH. Kemudian kita membuka Perjanjian Kerja Sama (PKS) uji coba dulu. Setelah itu, baru ke sananya menjadi tempat kawasan wisata definitif.

“Kita siap melayani, mendukung, mendorong, dan memfasilitasi kreativitas masyarakat,” ujar Yaya Sunarya.

Hal itu sesuai dengan nomenklatur definisi BKPH, yakni Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) adalah wilayah kerja administrasi Perum Perhutani bagian dari Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) yang dibebani, diantaranya pelayanan pada masyarakat. ℗Darma.

Tag
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker