web stats
Sosial, Seni dan Budaya

Di Wanaraja, Berbagai Komponen Ikut Memonitoring Program PKH

Upaya Bersinergi, Korcam PKH Kecamatan Wanaraja Gandeng Berbagai Komponen Masyarakat

RAKSAGARUTNEWS.COM – WANARAJA

Usai mengikuti kegiatan Penilaian Sinergitas Kinerja Kecamatan Wanaraja, sejumlah komponen di Kecamatan Wanaraja langsung meninjau lokasi E-Warong ( Warung Gotong Royong Elektronik) dan sekretariat Pendamping PKH kecamatan Wanaraja yang berlokasi di Desa Wanasari Kecamatan Wanaraja, Garut, Kamis (30/01/2020).

Di lokasi E-Waroeng nampak hadir Koodinator Kecamatan (Korcam) program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Wanaraja, para pendamping PKH, Kasi Kesra Kecamatan Wanaraja, Ketua Karang Taruna, Ketua KNPI serta beberapa Anggota Badan Permusyawaratan Desa.

Koordinator Kecamatan pendamping PKH Wanaraja, Yusup Budiman kepada media menjelaskan, kunjungan berbagai komponen ini merupakan langkah serta kerjasama dan sinergitas para pendamping PKH dengan berbagai komponen yang ada di kecamatan Wanaraja.

“Kerja sama dan sinergitas sangat diperlukan untuk mensukseskan program bantuan untuk keluarga penerima manfaat dari pemerintah pusat melalui kementerian Sosial RI,” kata Yusup Budiman.

Yusup Budiman menerangkan, jumlah KPM di Kecamatan Wanaraja untuk Desa Cinunuk sebanyak 233 KPM, Wanamekar 220, Wanajaya 245, Sindangratu 327, Sukamenak 343, Sindangmekar 162, Wanaraja 148, Wanasari 114 serta Desa Sindangprabu yang merupakan desa pemekaran dasri Sindangmekar sebanyak 22 KPM.

“Jadi total KPM di kecamatan Wanaraja sebanyak 1.814 KPM,” tutur Yusup Budiman.

Yusup mengingatkan kepada para keluarga KPM di Kecamatan Wanaraja agar mengunakan bantuan PKH ini sesuai dengan kebutuhan prioritas, imbuh Yusup Budiman, pihaknya sudah melakukan pendampingan kepada para KPM.

Pada kesempatan yang sama, Iif Firman Nurdin, Ketua Karang Taruna Kecamatan Wanaraja yang juga Anggota BPD Desa Wanajaya meminta Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial RI untuk mengecek kembali dan menambah kuota KPM untuk Kecamatan Wanaraja. Dikatakan Iif, penambahan kuota KPM itu sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah sosial dan masalah kemiskinan.

“Penambahan kuota Bagi KPM ini bukan tanpa dasar, salahsatunya berdasarkan Basis Data terpadu (BDT), dalam basis data terpadu warga miskin atau rentan miskin ternyata masih banyak yang belum tersentuh oleh program Pemerintah, salah satu Contoh di Desa kami desa wanajaya dalam data BDT sebanyak 820 KK, sedangkan yang tersetuh oleh bantuan PKH hanya sebanyak 245 KPM, dan 222 warga tersentuh Program Bantuan Pangan Non Tunai,” ujarnya.

Dirinya meminta, agar warga yang sudah masuk dalam Basis Data Terpadu mendapat sentuhan program dari pemerintah.

“Hal ini telah kami sampaikan ke Korcam PKH dan pendamping PKH agar disampaikan ke dinas dan instansi terkait dan kementerian Sosial RI,” ujar Iif Firman Nurdin. **RF**

Tag
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker