web stats
Ekonomi

Berdiri 2008, Aset Kopwan Nisa Jaya Mencapai Ratusan Juta

Miliki Aset Ratusan Juta, Koperasi Wanita Nisa Jaya jadi Kebanggan Desa Wanajaya Kecamatan Wanaraja

RAKSAGARUTNEWS.COM – WANARAJA

Koperasi Wanita (Kopwan) Nisa Jaya, Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, yang berdiri sejak 2008 tetap eksis dan terus berkembang, hal ini terungkap saat Kopwan Nisa Jaya menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2019 dan pencanangan berbagai program di tahun 2020 di Aula Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja, Sabtu (01/02/2020).

Ketua Koperasi Wanita Nisa Jaya, Yuli Yuliati menuturkan, koperasi yang dipimpinnya kini memiliki 125 Anggota dengan aset ratusan juta rupiah.

“Agenda yang dilaksanakan dalam RAT Kopwan Nisa Jaya ini, untuk menetapkan laporan pertanggungjawaban pengurus dan rencana kerja tahun 2020,” kata Yuli.

Menurut Yuli, dalam RAT ini juga diberikan berbagai hadiah undian dan doorprize bagi para anggotanya. RAT dihadiri, pengurus Kopwan Nisa Jaya, para Anggota koperasi, Pengawas Koperasi, Dinas Koperasi Kabupaten Garut, Dewan Koperasi Daerah ( Dekopimda), Pemerintah Kecamatan Wanaraja, Kepala Desa Wanajaya, Para Anggota Badan Permusyawaratan Desa dan tamu undangan.

Berdiri 2008, Aset Kopwan Nisa Jaya Mencapai Ratusan Juta
Ketua Koperasi Wanita Nisa Jaya, Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja, Yuli Yuliati (Kiri)

Sementara itu di sela-sela kegiatan RAT, Kades Wanajaya, Nurzaman menyampaikan, Koperasi Wanita Nisa Jaya merupakan koperasi kebanggaan Desa Wanajaya.

“Koperasi yang dikelola dan beranggotakan kaum perempuan di Desa Wanajaya ini dinilai sangat potensial menjadi basis pengembangan perekonomian dan kewirausahaan di Desa Wanajaya,” ujar Nurzaman Kades Wanajaya.

Salahsatu kegiatan Kopwan Nisa Jaya, menurut Nurzaman, pemberdayaan perempuan yang dilakukan melalui sektor ekonomi usaha berbasis koperasi.

“Kedepan Koprasi ini akan bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa Wanajaya ( BUMDes Wanajaya), sehingga kegiatan koperasi bisa lebih berkembang dalam kegiatan usaha UMKM,” ujar Nurzaman.

Dalam kesempatan yang sama, mewakili Camat Wanaraja, Kasi PMD Kecamatan Wanaraja, Tamamudin mengatakan, koperasi yang selama ini dikenal sebagai pilar dari perekonomian bangsa merupakan pilihan tepat bagi kaum perempuan di pedesaan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga maupun kelompoknya di pedesaan.

“Kita bangga dengan Koperasi Wanita Nisa Jaya yang telah menggelar RAT, kami sangat apresiasi, koperasi ini mampu bertahan, berjalan dan berkembang sehingga dapat membantu peningkatan kesejahteraan anggotannya,” ucapnya.

“Pemerintah Kecamatan sangat mengapresiasi, saya pun merasa terhormat dan bangga bisa hadir di kegiatan RAT Koperasi Nisa Jaya, Koperasi ini bukan hanya kebanggaan Desa Wanajaya, namun kebanggaan juga bagi Kecamatan Wanaraja,” imbuh Tamam.

Kasi Badan Hukum dan Perizinan Dinas Koperasi dan UMKM Garut, Tuti Karniati menjelaskan, jumlah Koperasi Wanita di Kabupaten Garut cukup banyak hampir menyebar di setiap Kecamatan. Adapun jenisnya, ada Koperasi Wanita Tani, pensiunan, guru dan lain-lain, kata Tuti, rata-rata bergerak di bidang konsumen dan pemberdayaan perempuan atau ekonomi perempuan.

“Koperasi Wanita Nisa Jaya menurut kami merupakan satu badan usaha yang digerakkan oleh perempuan di Desa Wanajaya, jenis operasinya merupakan simpan pinjam berpola konvesional, kondisinya cukup bagus. Menurut Tuti, salah satu penilaian koperasi yang dianggap sehat serta baik salahsatunya dengan melaksanakan Rapat Anggota Tahunan di awal tahun,” tutur Tuti.

Berdiri 2008, Aset Kopwan Nisa Jaya Mencapai Ratusan Juta
Kasi Badan Hukum dan Perizinan Dinas Koperasi dan UMKM Garut, Tuti Karniati

Menurutnya, jumlah Koperasi yang tercatat dan terdaftar di Kabupaten Garut sebanyak 1.540, namun yang melaksanakan serta melaporkan kegiatan RAT jumlahnya dibawah 500 Koperasi.

“Salahsatunya yang menggelar RAT yaitu koperasi wanita Nisa Jaya. Koperasi ini cukup bagus, dari laporan RAT-nya cukup bagus,” puji Tuti.

Peran dan posisi Koperasi Simpan Pinjam/Unit Simpan Pinjam Koperasi (KSP/USP-Koperasi) sangat mendukung dalam upaya perluasan kesempatan kerja dan pengentasan kemiskinan di desa.

“Koperasi perempuan saat ini merupakan wadah yang paling tepat bagi kelompok perempuan pelaku usaha produktif dalam mengembangkan usahanya, koperasi itu dari kita oleh kita untuk kita,” pungkas Tuti. **RF**

Tag
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker