web stats
Pendidikan

Disdik Garut Sosialisasikan Juknis BOS di Kecamatan Pangatikan

Kabid SD Disdik Garut, Ade Manadin: Pencairan BOS Tahun Ini Langsung dari Pusat ke Rekening Sekolah

RAKSAGARUTNEWS.COM – PANGATIKAN

Dinas Pendidikan Kabupaten Garut menyelenggarakan kegiatan sosialisasi juknis BOS tahun 2020 terhadap kepala sekolah dan OPS di lingkungan Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Pangatikan di Aula PGRI Pangatikan, Kamis (6/2/2020).

Tampak hadir memberikan materi sosialisasi, Kabid SD Dinas Pendidikan, Ade Manadin, Kasi Kelembagaan, Ujang Sugiman serta unsur Dinas Pendidikan lainnya.

Kabid SD Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Ade Manadin menuturkan, untuk BOS tahun 2020 ini merupakan juknis baru dari pusat sesuai peraturan menteri pendidikan. Menurut Ade, seluruh sekolah harus selesai update data sesuai jadwal yang di tentukan.

“Setiap sekolah harus update data rekening sekolah langsung ke pusat, karena ini sudah aturan baru dari pusat, nanti SK pencairannya langsung dari pusat tidak lagi dari Dinas Pendidikan,” ujar Ade.

Oleh karena itu, Ade meminta, hal ini agar diperhatikan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh kepala sekolah serta para operator sekolah dalam hal update data sekolah terutama dalam Dapodik-nya.

“Apalgi BOS sekarang menambah 100.000 rupiah/siswa untuk tahun sekarang, tolong juga untuk di pergunakan sebaik-baiknya, karena perlu diketahui oleh semua kepala sekolah bahwa transfer uang BOS langsung dari pusat, untuk itu dituntut kehati-hatian dalam input data nomor rekening bos sekolah, jangan sampai salah dalam update nomor rekeningnya,” pinta Ade Manadin.

Selanjutnya kata Ade, pihak sekolah melalui kepala sekolah agar memerintahkan setiap operator sekolahnya untuk melakukan pengecekan kembali nomor rekeningnya. Serta apabila sudah cair, laporan bos online realisasinya agar diupdate kembali secepatnya agar tidak menganggu pencairan selanjutnya.

Masih menurut Ade, pencairan BOS untuk tahun ini dikucurkan sebanyak tiga kali, sehingga mempermudah pengerjaan dalam pelaporan bos setiap pencairan.

Sementara untuk BOS buku, Ade mempersilakan penggunaanya sesuai dengan kebutuhan sekolah, karena tidak harus untuk beli buku.

“Karena dalam aturannya bahwa bos buku disesuaikan dengan kebutuhan sekolah, jangan sampai banyak buku tapi tidak terpakai. Apabila sudah terpenuhi kebutuhan buku, gunakan untuk pembelian buku sesuai kebutuhan yang belum ada, seperti halnya untuk buku penunjang guru dan siswa yang lainnya, jadi kepala sekolah dan guru juga harus menginventarisir kebutuhan yang benar-benar perlu dan dibutuhkan sekolah,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Korwil Bidang Pendidikan Pangatikan, K. Kusnadi mengamanatkan untuk ditelaah dan dipahami benar-benar perihal juknis anggaran BOS tahun ini, agar nantinya setiap sekolah dapat membuat RKAS sesuai dengan kebutuhan sekolah tersebut.

“Diharapkan setiap sekolah membuat RKAS yang benar-benar sesuai dengan segala kebutuhan yang diperlukan oleh sekolah, karena anggaran itu sangat penting sekali untuk penunjang segala aktifitas di sekolah,” pinta Kusnadi.

Apabila setelah pencairan dan laporan selesai, untuk segera melaporkan realisasi penggunaan dana BOS dalam laporan online, imbuh Kusnadi, agar tidak menghambat untuk pencairan tahap selanjutnya agar lancar dan normal,” kata Kusnadi.

“Karena aturan sekarang pencairannya langsung dari pusat, sehingga sekolah harus benar-benar tepat waktu dan akurat dalam hal pelaporan, baik itu laporan ke Korwil, ke Dinas Pendidikan Kabupaten maupun ke pusat, sehingga semua pelaporan berjalan sesuai aturan-aturan yang telah ditentukan,” ujar K. Kusnadi. **DFR**

Tag
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker