web stats
Pendidikan

Kantin SMPN 2 Kersamanah Ditutup Kepala Sekolah

Kepala SMPN 2 Kersamanah Tutup Kantin Sekolah selama 7 hari

RAKSAGARUTNEWS.COM – KERSAMANAH

Dalam rangka menegakan kedisiplinan para siswa supaya berperilaku hidup bersih dan sehat, serta fokus melaksanakan belajar di ruang kelas, Kepala SMPN 2 Kersamanah Kabupaten Garut, Iwan Ridwan, S.Pd,  saat ini lagi mengkemas pembinaan karakter siswa melalui penutupan Kantin Sekolah selama tujuh hari.

Dihadapan 889 siswa yang terdiri dari 452 laki-laki, dan 437 perempuan menjelang para siswa masuk ruang kelas, Iwan Ridwan selalu mensosialisasikan  kepada para peserta didik mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, serta siswa harus fokus belajar yang berkaitan dengan Kantin SMPN 2 Kersamanah.

Kepada seluruh siswa di sekolah tersebut, Iwan Ridwan menegaskan agar  lingkungan sekolah supaya tetap terjaga bersih dari sampah yang bersumber dari Kantin Sekolah. Serta jangan sampai Kantin Sekolah, dijadikan tempat mangkir belajar oleh beberapa siswa, karena malas melaksanakan belajar di ruang kelas, Kantin Sekolah akan ditutup selama 7 hari.

Menurut Iwan,  sebelum diberlakukannya Kantin Sekolah ditutup selama 7 (tujuh) hari, terlebih dahulu, 10 (sepuluh) hari ke belakang, terhitung sejak Senin kemarin (10/02/2020) ditutupnya Kantin Sekolah, “Saya selama 1 (satu) minggu, mengadakan sosialisasi kepada para siswa dan pelaksana teknis pendidikan, serta pihak pengelola kantin,” tutur Iwan Ridwan.

Sosialisasi mengenai penutupan kantin sekolah kepada para siswa dan pelaksana teknis pendidikan, ujar Iwan, telah disampaikannya melalui agenda upacara hari Senin, serta  pada kegiatan di luar jam KBM selama 1(satu) minggu.

Sewaktu sosialisasi penutupan Kantin Sekolah, Iwan Ridwan menyampaikan, diantaranya perilaku hidup bersih dan sehat kepada para siswa yang belum terbiasa membawa makanan dan minuman dari rumah masing-masing, dipersilahkan untuk membawanya!

Sedangkan sosialisasi kepada pihak pengelola Kantin Sekolah, ucap Iwan, telah disampaikannya di ruang kantor sekolah dengan dilengkapi surat pernyataan.

“Ini yang saya maksudkan menutup Kantin Sekolah selama 7 hari. Saya ingin selamatkan 889 anak, dan saya ingin mendidik kedisiplinan anak-anak,” ungkap Kepala SMPN 2 Kersamanah kepada pengelola kantin.

Dikatakannya, ada 3 tujuan utama menutup Kantin Sekolah, yaitu pertama,  untuk membiasakan si anak supaya berperilaku hidup bersih dan sehat, seperti membawa makanan dan minuman dari rumah masing-masing.

Kedua, menjaga lingkungan sekolah supaya tetap terjaga bersih dari sampah yang bersumber dari Kantin Sekolah. Di sini, kata Iwan,  si anak dilatih supaya membiasakan membawa makanan dan minuman yang dikemas dengan wadah. Sehingga lingkungan sekolah tetap terjaga. Soalnya tempat makanan dan botol minuman akan dibawa pulang lagi. Hal itu akan berbeda, apabila para siswa membeli makanan dari kantin.

Ketiga, menjaga kondusifnya kegiatan pembelajaran supaya si anak disiplin fokus belajar. Jangan sampai, ketika sedang berlangsungnya KBM, ada beberapa anak yang beralasan buang air kecil, atau BAB.  Padahal si anak itu hanya mencari celah mangkir belajar untuk memilih nongkrong di Kantin Sekolah.

“Dengan situasi seperti itu, kita tak usah teriak-teriak, apalagi menghardik, atau marah-marah kepada si anak. Kita kemas pembinaan karakter untuk si anak dengan mencoba berinovasi membangun sistem kedisiplinan dengan konsisten,” ungkap Pria kelahiran 9 Desember 1969, kepada wartawan media ini di ruang kantornya.

Pasalnya, imbuh Iwan, kesuksesan dalam hal melaksanakan aturan disiplin untuk merubah karakter si anak, tidak semudah membalikan telapak tangan. Kuncinya tetap konsistensi. “Maka saya berprinsip, apabila aplikasi kedisiplinan itu ingin sukses, kita harus konsisten melaksanakannya. Jika dalam menegakan kedisiplinan itu tidak konsisten, jangan harap kesuksesan itu akan diraih,” tutur  Iwan mengakhiri pembicaraannya kepada Wartawan media ini. ℗Darma.

Tag
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker