web stats
Pendidikan

Kepala SMPN 2 Kersamanah Galakan Inovasi Probel

Inovasi Probel SMPN 2 Kersamanah Seiring Kebijakan Mendikbud

RAKSAGARUTNEWS.COM – KERSAMANAH

Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, sebagai kebijakan pendidikan nasional yang disebut “Merdeka Belajar”, ada empat program pembelajaran nasional, diantaranya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dipersingkat, sehingga nanti guru akan bebas memilih, membuat, menggunakan dan mengembangkan format RPP tidak kaku lagi. Bahkan mulai pada tahun ini (2020) USBN akan diganti dengan Ujian (Asesmen) yang diselenggarakan hanya oleh sekolah. Nantinya Ujian tersebut dilaksanakan untuk menilai kompetensi siswa.

Hal itu seiring dengan keinginan Kepala SMPN 2 Kersamanah Garut Jawa Barat, Iwan Ridwan, S.Pd, semenjak pertama kali menginjakan kaki di sekolah tersebut, hingga saat ini setiap bertatap muka dengan para pelaksana teknis pendidikan, selalu menganjurkan guru harus berinovasi mendesain proses pembelajaran, atau desain Inovasi Proses Pembelajaran (Inovatif Probel) Guru Kreatif Siswa Aktif.

Terkait dengan kebijakan Mendikbud mengenai “Merdeka Belajar”, yakni mengenai guru akan bebas memilih, membuat, menggunakan dan mengembangkan format RPP tidak kaku lagi, serta  USBN diganti dengan Ujian untuk menilai kompetensi siswa.  “Sebenarnya pas pertama kali saya menginjakan kaki ke sekolah ini menjadi Kepala di SMPN 2 Kersamanah pada November 2017, guru-guru telah diajak melaksanakan proses pembelajaran seperti itu,” ujar Iwan Ridwan.

Dikatakannya, proses pembelajaran itu harus  berfokus kepada si anak. Sehingga si anak akan aktif, bisa sharing, diskusi, dan berbagi pengalaman di dalam hal proses pembelajaran.

“Tentunya si anak dituntut kreatif  dan menjadi kreatif harus dipicu oleh para guru yang kreatif. Untuk itu, saya kepada guru-guru menganjurkan, cobalah di dalam proses pembelajaran itu dibuat tantangan! Karena pada umumnya si anak senang tantangan,” kata Iwan Ridwan.

Yang dimaksud tantangan di sini, ujarnya, yakni ketika kita memberikan tugas, tugas itu harus memotivasi si anak supaya muncul kreatifitas untuk mengerjakan tugas tersebut. Sebagai gambaran inovasinya, mengapa si anak begitu kuat bertahan sampai berjam-jam disaat bermain game? Ternyata di dalam permainan game itu menyajikan tantangan dari level 1, lalu ke level 2,  sampai ke level berikutnya.

Oleh karena itu, lanjutnya,  bagaimana mendesain proses pembelajarannya, supaya si anak lebih tergugah giat belajar, seperti halnya seseorang  mendesain permainan game. Makanya perencanaan pembelajaran dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) harus matang dipersiapkan sedemikian rupa. Karena dalam RPP, akan melahirkan kompetensi.

Ternyata dengan adanya himbauan Kepala SMPN 2 Kersamanah setiap bertatap muka dengan para pelaksana teknis pendidikan, bahwa guru harus berinovasi mendesain proses pembelajaran, di SMPN 2 Kersamanah, terkait dengan hal itu, telah ada guru yang mendesain pembelajaran, diantaranya pakai aplikasi phonsel.

Melalui kreatifitas aplikasi phonsel tersebut, tutur Iwan, di situ ada substansi desain proses pembelajaran yang menarik, yakni si anak dikasih kertas bermacam-macam bentuknya. Apabila diberikan pertanyaan pilihan kepada peserta didik, mereka akan menjawab, A atau B hanya cukup mengacungkan kertas tersebut, jawaban para siswa itu akan langsung ketahuan via kamera phonsel guru.

“Silahkan guru-guru menciptakan inovasi-inovasi mendesain proses pembelajaran! Kepala Sekolah akan mendukung dan bertanggung jawab atas inovatif desain proses pembelajaran para guru,” pungkas Kepala SMPN 2 Kersamanah. ℗Darma.

Tag
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker