web stats
Pemerintahan

Tim Inovasi Kecamatan Sukawening Hidangkan Ragam Kreasi

Ragam Kreasi Tim Inovasi Kecamatan Sukawening Jangan Sebatas Inovasi

RAKSAGARUTNEWS.COM – SUKAWENING

Tim Inovasi Kecamatan Sukawening merupakan wadah kreasi  gabungan segenap unit kerja lintas sektor dalam rangka membangun kesejahteraan masyarakat di wilayah kerja Kecamatan Sukawening, melalui  sajian ragam kreasi inovasi tim lintas sektor Kecamatan Sukawening di bawah Pembinaan Pemerintah Kecamatan Sukawening,  Kabupaten Garut Jawa Barat, dengan targetnya  bagaimana Ragam Kreasi Tim Inovasi Kecamatan menjadi berkesinambungan jangan hanya sebatas inovasi.

Tim inovasi gabungan lintas sektor tersebut dicetuskan oleh Kepala Unit Pengelola Tehniks (UPT) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kecamatan Sukawening (H. Edi Kusnadi, S.Sos) yang didukung oleh Camat Sukawening (H.U. Haerudin, S.Sos.,M.Si), Kasi PMD Sukawening (Yudi Kuswanadipura, S.Sos.,M.Si), Danru Satpol PP Sukawening  (Dindin), Sukwan Bidang Pemerintah Sukawening (Jayadi), dan Kepala UPT Disperindag Sukawening (Yayan, SE).

Tim Inovasi Kecamatan Sukawening Hidangkan Ragam Kreasi
H.U. Haerudin, S.Sos.,M.Si Camat Sukawening

Menurut H.U. Haerudin, khususnya di Kecamatan Sukawening banyak sampel-sampel temuan-temuan dalam inovasi, seperti sampel penemuan pengolahan sampah, yaitu pembakaran sampah non organik tanpa mengeluarkan asap, hanya keluar embun yang bisa digunakan sebagai obat anti nyamuk, dan sampah organik dibikin pupuk organik, diantaranya untuk tani padi dalam  polybag, serta sampel inovasi Api Abadi, dan Listrik Abadi.

Untuk temuan Tim Inovasi Lintas Sektor Kecamatan Sukawening, ujarnya, perlu ada suport dalam rangka sosialisasinya kepada masyarakat. Maka dari itu di tingkat kecamatan perlu adanya sosialisasi yang intensif diikuti oleh warga masyarakat, diantaranya sosialisasi Inovasi Budidaya Padi dalam media polybag, atau ember berisi tanah dicampur pupuk organik, dari 1 butir bibit padi, selama 3 bulan, padi bisa berkembang menjadi 70-80 batang dengan menghasilkan 11.575 butir padi, produksi padinya  meningkat dengan kualitas beras organik yang harganya mahal.

“Jadi kaitannya dengan hasil Tim Inovasi Kecamatan Sukawening, perlu disempurnakan, tidak asal inovasi. Quality controlnya harus sudah bagus. Sehingga masyarakat, atau yang memanfaatkan jasa dari temuan inovasi tersebut tidak kecewa. Salahsatu contohnya, inovasi Listrik Abadi, dan Kompor Pertalit saat ini lagi disempurnakan,” ungkap H.U. Haerudin.

Insya Allah, ucapnya, ke depan akan diagendakan pameran hasil temuan Tim Inovasi Kecamatan Sukawening.

Tim Inovasi Kecamatan Sukawening Hidangkan Ragam Kreasi
H. Edi Kusnadi, S.Sos., Kepala UPT Dinas PUPR Sukawening

Sedangkan H. Edi, sebagai pencetus Tim Inovasi Lintas Sektor Kecamatan Sukawening, mengatakan, Tim Inovasi Lintas Sektor memang dipandang perlu, maka mau tidak mau harus ada. Hal itu untuk bersinergi dengan tim inovasi yang dibentuk dari pusat. Misalnya jika ada temuan-temuan di lapangan, kita diskusikan dan diberdayakan secara bersama.

“Mudah-mudahan saja kedepannya, setelah Tim Inovasi Lintas Sektor Kecamatan Sukawening mengadakan sosialisasi teknologi tepat guna kepada masyarakat,  masyarakat lebih mengenal mengenai hasil kreasi tim inovasi   kecamatan, meskipun dengan alat sederhana, akan tetapi hasilnya sangat membantu sekali untuk menopang keberhasilan dunia usaha pertanian, perikanan, maupun peternakan, ataupun menghemat pengeluaran untuk bahan bakar dan penerangan listrik,” tutur H. Edi.

Dikatakannya, adapun Ragam Kreasi Tim Inovasi Lintas Sektor Kecamatan Sukawening, yaitu 1) Tepung Singgkong penganti tepung terigu, 2) Belatung Lalat Buah alternatif pakan ternak, 3) Tani Padi Polybag/Ember, 4) Alat Deteksi Air, 5) Alat Uji Daya Hantar Listrik, 6) Kompor  Pertalit (Kompor Tanpa Bahan Bakar Gas), dan 6) Listrik Abadi.

Tim Inovasi Kecamatan Sukawening Hidangkan Ragam Kreasi
Yudi Kuswanadipura, S.Sos.,M.Si., Kasi PMD Sukawening.

Sementara itu dengan adanya kreasi dari Tim Inovasi Lintas Sektor Kecamatan Sukawening jangan sampai hanya  sebatas  inovasi, Kasi PMD Sukawening, Yudi Kuswanadipura menyampaikan,  supaya inovasi tersebut terealisasi,   maka harus terintegrasi berkesinambungan dengan melibatkan semua sektor unit kerja, seperti dinas pertanian, peternakan, perikanan, dan perdagangan.

Yang selanjutnya, kata Yudi, bisa atau tidak inovasi tersebut di dinas yang bersangkutan, seperti di dinas pertanian  dibikinkan program untuk memberikan bantuan, seperti memberikan bantuan untuk pelatihan, misalnya disuatu desa ada pengembangan budidaya hortikultura.

“intinya supaya  inovasi jangan hanya tinggal inovasi, maka harus didukung dengan program kerja dan kegiatan yang ada di setiap lintas sektor. Soalnya program di setiap lintas sektor, tumpuannya tetap desa. Maka jika ada kolaborasi lintas sektor yang terintegrasi berkesinambungan, insya Allah bakal terealisasi,”  pungkas Yudi. ℗Darma.

Tag
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker